RESUME 18 KELAS BM-2
Pertemuan ke-18
Kelas BM-27 kembali dipandu oleh Bapak Dail Ma'ruf sebagai
moderator. Kali ini tema yang diangkat adalah "Menulis Puisi".
Puisi merupakan jenis tulisan yang tidak mudah bagi saya untuk menulisnya.
Mungkin karena latar belakang saya orang sains, jadi saya sedikit kesulitan
untuk menuliskan kata-kata indah dan puitis. Namun malam ini saya punya harapan
besar, semoga setelah mendengarkan paparan materi dari narasumber, saya bisa
belajar menulis puisi dengan lebih mudah.
Materi tentang Menulis Puisi pada pertemuan ke-17 ini disampaikan oleh Ibu Drs. E. HASANAH, M.Pd.. Beliau dalah seorang seorang pengawas di Madrasah Aliyah yang baru saja menyelesaika program doktoralnya di bidang Manajemen Pendidikan. Beliau merupakan alumni angkatan Kelas BM-18. Hingga saat ini beliau sudah berhasil menulis buku solo dan menorehkan tulisannya pada 72 buku antologi.
Pengertian Puisi
Selain KBBI, ada banyak
pengertian puisi yang dikemukakan oleh para ahli seperti H.B. Jassin, Sumardi,
Herman Waluyo dan James Reeves seorang penulis inggris.
Menurut H.B. Jassin puisi merupakan karya sastra yang
diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan
terhadap suatu hal atau kejadian tertentu.
Menurut Sumardi puisi adalah sebuah
karya sastra dengan menggunakan bahasa yang telah dipadatkan, dipersingkat
serta diberi Irama bunyi sehingga dan memiliki kata-kata bermakna kiasan atau
imajinatif.
Menurut James Reeves Puisi
adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh
dengan daya pikat.
Sedangkat menurut Herman Waluyo Puisi adalah suatu karya sastra yang mengungkapkan pikiran serta perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan memfokuskan kekuatan bahasa dalam struktur fisik serta struktur batin.
Dalam paparan materinya, Bu Hasanah menyampaikan bahwa yang dimaksud dengan irama, matra, rima, serta larik dan bait dalam sebuah puisi yaitu:
· Irama adalah pengulangan
bunyi yang biasanya tersusun rapi dalam sebuah puisi
· Matra adalah ukuran
banyaknya tekanan Irama. Lebih lengkapnya menurut Wikipedia matra merupakan bagan
yang dipakai dalam penyusunan baris sajak yang berhubungan dengan jumlah
panjang atau tekanan suku kata.
· Rima merupakan bunyi yang
ditimbulkan oleh huruf atau kata untuk memperindah puisi dan menggambarkan
perasaan penulisnya
· Larik merupakan baris dalam
puisi, bisa satu kata satu frase bisa pula sebuah kalimat.
· Bait merupakan satu
kesatuan dalam puisi yang terdiri dari beberapa baris.
Sebagai sajak, pengertian puisi dapat dikategorikan sebagai berikut:
1) Bebas merupakan puisi yang tidak
terikat oleh rima dan matra dan juga oleh jumlah setap larik dalam bait, jumlah
suku kata dalam setiap larik;
2) Berpola merupakan puisi yang mencakup
jenis sajak yang susunan lariknya berupa bentuk geometris, seperti buah
ketupat, jajaran genjang, bulat telur, tanda Tanya, tanda seru, ataupun bentuk
lain;
3) Dramatik merupakan sas puisi yang
memiliki persyaratan dramatic yang menekankan tikaian emosional atau situasi
yang tegang;
4) Lama merupakan puisi yang belum
dipengaruhi oleh puisi barat, sepeti pantun, syair, grindam, mantra dan bidal.
5) Mbeling merupakan sajak ringan yang tujuannya membebaskan rasa tertekan, gelisah dan tegang; sajak main-maiin.
Jenis-Jenis Puisi
Secara Umum diikenal ada 2 jenis
puisi yaitu puisi lama dan puisi baru. Berikut penjelasan tentang kedua puisi
tersebut.
A. Puisi Lama
Puisi lama adalah
puisi yang ada sejak zaman dahulu dan biasanya
digunakan dalam upacara-upacara adat. (penerbitdeepublish.com)
Puisi lama harus
Puisi lama memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Menggunakan gaya Bahasa yang cenderung klise atau statis;
b. Pada umumnya merupakan sastra lisan yang disampaikan dari mulut ke mulut individu yang satu ke individu yang lainnya.
c. Memenuhi aturan-aturan yang terkait dengan:
· Jumlah kata dalam satu baris
· Jumlah baris dalam setiap bait
· Persajakan atau rima
· Banyak suku kata di setiap baris dan
· Irama baris dan intonasi atau bunyi puisi
d. Diketahui nama pengarangnya.
Adapaun jenis-jenis dari puisi lama yaitu:
1) Mantra, merupakan jenis puisi lama yang berupa ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan ghaib. Lengkapnya menurut Gramedia.com, Mantra merupakan jenis puisi yang diciptakan dalam kepercayaan animisme biasanya dibacakan dalam acara ritual kebudayaan serta menggunakan kata yang dapat menimbulkan efek bunyi magis.
2) Pantun, merupakan jenis puisi lama yang masih popular hingga kini, karena masih sangat sering digunakan sehari-harui maupun dalam acara-acara adat. Pantun memiliki ciri-ciri: 1) Bersajak a-b-a-b, 2) Setiap bait terdiri dari 4 baris, 3) Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata, 4) Dua baris awal merupakan sampiran dan 5) Dua baris berikutnya adalah isi dari pantun.
3) Syair, merupakan jenis puisi lama yang menceritakan sesuatu, tetapi kebanyakan berisi pesan, nasihat, dan petuah-petuah dari orang-orang tua terdahulu untuk pembaca. Syair biasanya menggunakan bahasa kiasan dan terdiri dari 4 baris disetiap bait dengan rima tetap a-a-a-a atau a-b-a-b.
4) Gurindam, menurut KBBI gurindam adalah sajak dua baris yang mengandung petuah atau nasihat. Gurindam merupakan puisi lama yang berasal dari Tamil (India). Biasanya gurindam tentang kewajiban-kewajiban raja, kewajiban anak terhadap orang tua, dan budi pekerti.
5) Karmina, merupakan pantun yang terdiri dari dua bariis yang biasnya digunakan sebagai media untuk menyatakan sindiran atau ungkapan secara langsung yang terdapat pada isi dibaris kedua. Karmina disebut juga sebagai pantun kilat atau pantun dua suntai.
6) Seloka, merupakan jenis puisi lama yang ditulis dalam bentuk syair atau pantun yang biasanya berisi perumpamaan atau kiasan yang berisi sindiran atau gurauan. Seloka disebut juga sebagai yang berkait dan bertaut karena baris kedua dan keempat pada bait pertama akan menjadi baris pertama dan ketiga pada bait setelahnya, dan akan berulang seterusnya.
7) Talibun, merupakan jenis puisi lama seperti pantun, dimana setiap baitnya terdiri dari sampiran da nisi. Hanya saja jumlah baris dalam setiap baitnya merupakan bilangan genap yang berkisar antara 6-20 baris. Jika baitnya terdiri dari 6 baris, maka 3 baris pertama merupakan sampiran dan 3 baris berikutnyaadalah isi. Oleh karena Talban biasanya berirama/bersajak abc-abc, abcd, abcd dan seterusnya.
B. Puisi Baru (Modern)
Puisi baru (Modern)
merupakan puisi yang tidak terikat dengan aturan-aturan seperti pada puisi
lama, sehingga sering juga disebut dengan puisi bebas karena dalam
penulisannya, penilis lebih bebas dalam menentukan jumlah barus, suku kata
ataupun rima.
Puisi Baru memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
· Persajakan akhir yang teratur
· Menggunakan pola sajak pantun dan syair walaupun dengan pola yang berbeda
· Sebagian besar puisi merupakan empat seuntai (baris)
Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan
Isinya
1) Puisi Naratif
Puisi naratif merupakan puisi yang digunakan untuk menyampaikan suatu cerita yang menceritakan sebuah hal, peristiwa ataupun proses dan sejenisnya.
Puisi Naratif dibagi menjadi 3 macam yaitu:
2) Puisi Lirik
Puisi Lirik merupakan puisi yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan ataupun gagasan dalam bentuk larik-larik atau baris-baris.
Puisi Lirik dibagi menjadi 3 macam yaitu:
a. Elegi, merupakan puisi yang
mengungkapkan perasaan duka, ratap tangis/kesedihan
b. Serenada, merupakan puisi yang berisi
tentang sajak percintaan yang dapat dinyanyikan.
c. Ode, merupakan puisi yang
mengungkapkan tentang pujian terhadap seseorang, suatu hal ataupun suatu
keadaan.
3) Puisi Deskriptif
Puisi Deskriftif merupakan puisi yang digunakan untuk mengungkapkan pendapat serta pesan untuk memberikan kesan terhadap suatu keadaan, peristiwa atau benda yang dianggap menarik
Puisi Deskriptif dibagi menjadi 2 macam yaitu:
a. Satire, merupakan puisi yang berisisikan
sindiran atau kritikan sebagai ungkapan perasaan tidak puas penyair terhadap
suatu keadaan.
b. Puisi Kritik Sosial, Sama halnya dengan satire, puisi
kritik sosial juga menyatakan perasaan tidak senang penyair terhadap
suatukeadaan atau seseorang, tetapi disampaikan dengan cara gambling dengan
membeberkan kesalahan dari situasi atau orang tersebut.
Selain jenis-jenis puisi di atas, Epigram dan Himne juga merupakan jenis puisi baru yang dikategorikan berdasarkan isinya.
· Epigram, merupakan puisi yang berisikan tentang ajaran hidup atau tuntunan ke arah kebenaran
· Himne, adalah merupakan puisi yang berisikan tentang pujaaan atau pujian terhadap Tuhan, tanah air ataupun pahlawan.
Jenis-jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuk
2) Terz ina, merupakan Jenis puisi yang tiap
bait terdiri dari tiga baris atau biasa disebut puisi tiga seuntai.
3) Kuatrain, merupakan Jenis puisi yang tiap
bait terdiri dari empat baris atau biasa disebut puisi empat Seuntai.
4) Kuint, merupakan Jenis puisi yang tiap
bait terdiri dari empat baris atau biasa disebut puisi empat Seuntai.
5) Sektet, merupakan Jenis puisi yang tiap
bait terdiri dari lima baris atau biasa disebut puisi lima seuntai.
6)
Septime, merupakan Jenis puisi yang tiap
bait terdiri dari tujuh baris atau biasa disebut puisi tujuh Seuntai.
7) Oktaf/Stanza, merupakan Jenis puisi yang tiap bait terdiri dari delapan baris
atau dobel kuatrain biasa disebut puisi delapan seuntai.
8) Soneta¸ merupakan puisi baru yang terdiri
dari empat bait yang terbagi menjadi dua, yaitu dua bait pertama masing-masing
terdiri dari 4 baris dan dua bait kedua masing-masing terdiri dari tiga baris.
Menurut Bu Hasanah, untuk
dapat menulis sebuah puisi, hal petama yang harus dilakukan adalah menimbulkan
rasa suka dengan puisi. Jika sudah suka barulah bisa mencoba menulis puisi dengan
terlebih dahulu menentukan tema lalu judul dan dilanjutkan dengan merangkai
kata dengan diksi dan rima yang tepat. Boleh juga menggunakan majas dan
imajinasi untuk mengembangkan sebuah puisi ke dalam bait-bait.


