Minggu, 02 Oktober 2022

MENULIS PUISI YUUUK...



RESUME 18 KELAS BM-2

Pertemuan ke-18 Kelas BM-27 kembali dipandu oleh Bapak Dail Ma'ruf sebagai moderator. Kali ini tema yang diangkat adalah "Menulis Puisi". Puisi merupakan jenis tulisan yang tidak mudah bagi saya untuk menulisnya. Mungkin karena latar belakang saya orang sains, jadi saya sedikit kesulitan untuk menuliskan kata-kata indah dan puitis. Namun malam ini saya punya harapan besar, semoga setelah mendengarkan paparan materi dari narasumber, saya bisa belajar menulis puisi dengan lebih mudah.

Materi tentang Menulis Puisi pada pertemuan ke-17 ini disampaikan oleh Ibu Drs. E. HASANAH, M.Pd.. Beliau dalah seorang seorang pengawas di Madrasah Aliyah yang baru saja menyelesaika program doktoralnya di bidang Manajemen Pendidikan. Beliau merupakan alumni angkatan Kelas BM-18. Hingga saat ini beliau sudah berhasil menulis buku solo dan menorehkan tulisannya pada 72 buku antologi.


Pengertian Puisi

Menurut KBBI Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusuan larik dan bait. Puisi juga diartikan sebagai gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkantanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama dan makna khusus. Selain itu puisi juga dimaknai sebagai sajak.

Selain KBBI, ada banyak pengertian puisi yang dikemukakan oleh para ahli seperti H.B. Jassin, Sumardi, Herman Waluyo dan James Reeves seorang penulis inggris.

Menurut H.B. Jassin puisi merupakan karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu.

Menurut Sumardi puisi adalah sebuah karya sastra dengan menggunakan bahasa yang telah dipadatkan, dipersingkat serta diberi Irama bunyi sehingga dan memiliki kata-kata bermakna kiasan atau imajinatif.

Menurut James Reeves Puisi adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh dengan daya pikat.

Sedangkat menurut Herman Waluyo Puisi adalah suatu karya sastra yang mengungkapkan pikiran serta perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan memfokuskan kekuatan bahasa dalam struktur fisik serta struktur batin.

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat ditarik benang merahnya bahwa puisi merupakan karya sastra yang lahir dari sebuah rasa dan pikiran yang diungkapkan dengan dahasa indah dan imajinatif  dan tersusun struktur tertentu. Oleh karenanya puisi sering dijadikan sebagai sarana untuk menyampaikan dan mengungkapkan perasaan


Dalam paparan materinya,  Bu Hasanah menyampaikan bahwa yang dimaksud dengan irama, matra, rima, serta larik dan bait dalam sebuah puisi yaitu: 

·     Irama adalah pengulangan bunyi yang biasanya tersusun rapi dalam sebuah puisi

·     Matra adalah ukuran banyaknya tekanan Irama. Lebih lengkapnya menurut Wikipedia matra merupakan bagan yang dipakai dalam penyusunan baris sajak yang berhubungan dengan jumlah panjang atau tekanan suku kata.

·      Rima merupakan bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata untuk memperindah puisi dan menggambarkan perasaan penulisnya

·      Larik merupakan baris dalam puisi, bisa satu kata satu frase bisa pula sebuah kalimat.

·      Bait merupakan satu kesatuan dalam puisi yang terdiri dari beberapa baris.

 

Sebagai sajak, pengertian puisi dapat dikategorikan sebagai berikut:

1)  Bebas merupakan puisi yang tidak terikat oleh rima dan matra dan juga oleh jumlah setap larik dalam bait, jumlah suku kata dalam setiap larik;

2)  Berpola merupakan puisi yang mencakup jenis sajak yang susunan lariknya berupa bentuk geometris, seperti buah ketupat, jajaran genjang, bulat telur, tanda Tanya, tanda seru, ataupun bentuk lain;

3)  Dramatik merupakan sas puisi yang memiliki persyaratan dramatic yang menekankan tikaian emosional atau situasi yang tegang;

4) Lama merupakan puisi yang belum dipengaruhi oleh puisi barat, sepeti pantun, syair, grindam, mantra dan bidal.

5)  Mbeling merupakan sajak ringan yang tujuannya membebaskan rasa tertekan, gelisah dan tegang; sajak main-maiin.


Jenis-Jenis Puisi 

Secara Umum diikenal ada 2 jenis puisi yaitu puisi lama dan puisi baru. Berikut penjelasan tentang kedua puisi tersebut.

A.    Puisi Lama


Puisi lama adalah puisi yang ada sejak zaman dahulu dan biasanya digunakan dalam upacara-upacara adat. (penerbitdeepublish.com)

Puisi lama harus

 

Puisi lama memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  a. Menggunakan gaya Bahasa yang cenderung klise atau statis;

 b. Pada umumnya merupakan sastra lisan yang disampaikan dari mulut ke mulut individu  yang satu ke individu yang lainnya.
  c. Memenuhi aturan-aturan yang terkait dengan:
 ·        Jumlah kata dalam satu baris 
 ·        Jumlah baris dalam setiap bait
 ·        Persajakan atau rima
 ·        Banyak suku kata di setiap baris dan
 ·        Irama baris dan intonasi atau bunyi puisi
  d.  Diketahui nama pengarangnya.
 

Adapaun jenis-jenis dari puisi lama yaitu:

1)   Mantra, merupakan jenis puisi lama yang berupa ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan ghaib. Lengkapnya menurut Gramedia.com, Mantra merupakan jenis puisi yang diciptakan dalam kepercayaan animisme biasanya dibacakan dalam acara ritual kebudayaan serta menggunakan kata yang dapat menimbulkan efek bunyi magis.

 
2)   Pantun, merupakan jenis puisi lama yang masih popular hingga kini, karena masih sangat sering digunakan sehari-harui maupun dalam acara-acara adat. Pantun memiliki ciri-ciri: 1) Bersajak a-b-a-b, 2) Setiap bait terdiri dari 4 baris, 3) Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata, 4) Dua baris awal merupakan sampiran dan 5) Dua baris berikutnya adalah isi dari pantun.
 
3)  Syair, merupakan jenis puisi lama yang menceritakan sesuatu, tetapi kebanyakan berisi pesan, nasihat, dan petuah-petuah dari orang-orang tua terdahulu untuk pembaca. Syair biasanya menggunakan bahasa kiasan dan terdiri dari 4 baris disetiap bait dengan rima tetap a-a-a-a atau a-b-a-b.
 
4)   Gurindam, menurut KBBI gurindam adalah sajak dua baris yang mengandung petuah atau nasihat. Gurindam merupakan puisi lama yang berasal dari Tamil (India). Biasanya gurindam tentang kewajiban-kewajiban raja, kewajiban anak terhadap orang tua, dan budi pekerti.
 
5)     Karmina, merupakan pantun yang terdiri dari dua bariis yang biasnya digunakan sebagai media untuk menyatakan sindiran atau ungkapan secara langsung yang terdapat pada isi dibaris kedua. Karmina disebut juga sebagai pantun kilat atau pantun dua suntai.
 

6)  Seloka, merupakan jenis puisi lama yang ditulis dalam bentuk syair atau pantun yang biasanya berisi perumpamaan atau kiasan yang berisi sindiran atau gurauan. Seloka disebut juga sebagai yang berkait dan bertaut karena baris kedua dan keempat pada bait pertama akan menjadi baris pertama dan ketiga pada bait setelahnya, dan akan berulang seterusnya.

 
7) Talibun, merupakan jenis puisi lama seperti pantun, dimana setiap baitnya terdiri dari sampiran da nisi. Hanya saja jumlah baris dalam setiap baitnya merupakan bilangan genap yang berkisar antara 6-20 baris. Jika baitnya terdiri dari 6 baris, maka 3 baris pertama merupakan sampiran dan 3 baris berikutnyaadalah isi. Oleh karena Talban biasanya berirama/bersajak abc-abc, abcd, abcd dan seterusnya.
 

 

B.    Puisi Baru (Modern)

Puisi baru (Modern) merupakan puisi yang tidak terikat dengan aturan-aturan seperti pada puisi lama, sehingga sering juga disebut dengan puisi bebas karena dalam penulisannya, penilis lebih bebas dalam menentukan jumlah barus, suku kata ataupun rima.

 

      Puisi Baru memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

      ·        Memiliki bentuk yang rapi dan simetris (sama)
  ·        Persajakan akhir yang teratur
  ·        Menggunakan pola sajak pantun dan syair walaupun dengan pola yang berbeda
  ·        Sebagian besar puisi merupakan empat seuntai (baris)

 

Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya

  1)    Puisi Naratif

Puisi naratif merupakan puisi yang digunakan untuk menyampaikan suatu cerita yang menceritakan sebuah hal, peristiwa ataupun proses dan sejenisnya.

 
   Puisi Naratif dibagi menjadi 3 macam yaitu:
a.      Romansa, merupakan puisi yang menceritakan suatu kisah atau pengalaman dengan tema romasan (kisah cinta maupun kasih saying)
b.     Balada, merupakan puisi yang menceritakan tentang orang-orang perkasa atau pujaan. Pada umumnya bertemaan tentang kekuasaan para raja dan juga mengenai sejarah.
c.     Epik, merupakan puisi yang menceritakan peristiwa yang bertemakan peperangan dan kepahlawanan.
 
   2)    Puisi Lirik

Puisi Lirik merupakan puisi yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan ataupun gagasan dalam bentuk larik-larik atau baris-baris.

 
  Puisi Lirik dibagi menjadi 3 macam yaitu:

a.     Elegi, merupakan puisi yang mengungkapkan perasaan duka, ratap tangis/kesedihan

b.     Serenada, merupakan puisi yang berisi tentang sajak percintaan yang dapat dinyanyikan.

c.     Ode, merupakan puisi yang mengungkapkan tentang pujian terhadap seseorang, suatu hal ataupun suatu keadaan.

  
  3)    Puisi Deskriptif

Puisi Deskriftif merupakan puisi yang digunakan untuk mengungkapkan pendapat serta pesan untuk memberikan kesan terhadap suatu keadaan, peristiwa atau benda yang dianggap menarik

 
  Puisi Deskriptif dibagi menjadi 2 macam yaitu:

a.  Satire, merupakan puisi yang berisisikan sindiran atau kritikan sebagai ungkapan perasaan tidak puas penyair terhadap suatu keadaan.

b. Puisi Kritik Sosial, Sama halnya dengan satire, puisi kritik sosial juga menyatakan perasaan tidak senang penyair terhadap suatukeadaan atau seseorang, tetapi disampaikan dengan cara gambling dengan membeberkan kesalahan dari situasi atau orang tersebut.

Selain jenis-jenis puisi di atas, Epigram dan Himne juga merupakan jenis puisi baru yang  dikategorikan berdasarkan isinya.

·     Epigram, merupakan puisi yang berisikan tentang ajaran hidup atau tuntunan ke arah kebenaran

·      Himne, adalah merupakan puisi yang berisikan tentang pujaaan atau pujian terhadap Tuhan, tanah air ataupun pahlawan.

 

Jenis-jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuk

 1)    Distikon, merupakan Jenis puisi yang tiap bait terdiri dari dua baris dan biasa disebut puisi  dua seuntai.

2)  Terz ina, merupakan Jenis puisi yang tiap bait terdiri dari tiga baris atau biasa disebut puisi tiga seuntai.

3)   Kuatrain, merupakan Jenis puisi yang tiap bait terdiri dari empat baris atau biasa disebut puisi empat Seuntai.

4)   Kuint, merupakan Jenis puisi yang tiap bait terdiri dari empat baris atau biasa disebut puisi empat Seuntai.

5)   Sektet, merupakan Jenis puisi yang tiap bait terdiri dari lima baris atau biasa disebut puisi lima seuntai.

6)     Septime, merupakan Jenis puisi yang tiap bait terdiri dari tujuh baris atau biasa disebut puisi tujuh Seuntai.

7)  Oktaf/Stanza, merupakan Jenis puisi yang tiap bait terdiri dari delapan baris atau dobel kuatrain biasa disebut puisi delapan seuntai.

8)   Soneta¸ merupakan puisi baru yang terdiri dari empat bait yang terbagi menjadi dua, yaitu dua bait pertama masing-masing terdiri dari 4 baris dan dua bait kedua masing-masing terdiri dari tiga baris.

 

Menurut Bu Hasanah, untuk dapat menulis sebuah puisi, hal petama yang harus dilakukan adalah menimbulkan rasa suka dengan puisi. Jika sudah suka barulah bisa mencoba menulis puisi dengan terlebih dahulu menentukan tema lalu judul dan dilanjutkan dengan merangkai kata dengan diksi dan rima yang tepat. Boleh juga menggunakan majas dan imajinasi untuk mengembangkan sebuah puisi ke dalam bait-bait.  

 

Hmmm ternyata tidak udah ya menulis sebuah puisi. Tapi kesulitan tersebut haruslah di jadikan tantangan sehingga dapat memantik semangat untuk terus belajar menulis. 

Di akhir kelas, sesi tanya jawab digantikan dengan tantangan menulis puisi, Ada 18 puisi yang berhasil dituliskan oleh peserta, dan puisi saya adalah salah satu diantaranya. Dan alhamdulillah puisi saya mendapat apresiasi yang sangat baik dari ibu Hasanah, karenanya pundi-pundi semangat saya semakin terisi untuk terus belajar menulis.


Melepasmu
Karya: Nur Azizah
 
Rasanya hanya sekejap kita bersama
Bersama dalam lautan sejuta rasa
Rasa yang rekat oleh jalinan cinta
Cinta suci yang tak akan pernah terjeda
 
Akhirnya tibalah suatu masa
Masa dimana kau harus pergi
Pergi menjauh demi sebuah asa
Asa indah untuk meraih cita-cita
 
Tak pernah terbayangkan kau akan begitu jauh
Jauh dari jangkauan, mata dan dekapku
Dekapku yang mesti akan kau rindu
Rindu yang kian hari kian menyiksaku
 
Terus ku mencoba untuk menata hati
Hati yang tenang dan senantiasa ikhlas
Ikhlas merapalkan namamu di setiap do’a
Do’a yang takkan putus hingga kita bersama di syurgaNya
 
 Mataram, 30 September 2022

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENULIS PUISI YUUUK...

RESUME 18 KELAS BM-2 Pertemuan ke-18 Kelas BM-27 kembali dipandu oleh Bapak  Dail Ma'ruf  sebagai moderator. Kali ini tema yang diangkat...