Rabu, 31 Agustus 2022

SEGUDANG PRESTASI SANG GURU MUDA


RESUME 5 BM-27


Jejak hujan dan udara dingin malam ini menemaniku menunggu Kelas BM-27 PGRI dimulai. Tanpa terasa malam ini sudah memasuki pertemuan ke-5. Tema yang diangkat malam ini adalah “MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH. Sepintas tema ini terdengar agak serius dibandingkan dengan tema-tema pada pertemuan sebelumnya. Bismillah… kurapalkan doa dalam hati berharap agar Allah Al-‘alim memberikan kemudahan kepadaku untuk mencerna ilmu yang akan dibagikan oleh narasumber malam ini.

Pada pertemuan ke-5 ini kelas kembali dipimpin oleh Bu Emut sebagai moderator. Seperti biasa Bu Emut selalu menyelipkan kalimat yang membuat semangat belajar berkobar. Menulislah dengan tulisan jelek, karena tulisan yang bagus hanya bonus dari kebiasaan". Kelaspun menjadi terasa lebih hidup karenanya.

Kali ini Bu Emut menemani seorang narasumber yang usianya masih sangat muda tetapi memiliki segudang prestasi di dunia menulis. Beliau adalah Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd.  Beliau adalah alumni Kelas BM-8 dan saat ini aktif sebagai pengajar di SMPN 8 Semarang. Selain aktif menulis buku solo dan artikel di jurnal ilmiah, beliau juga aktif di beberapa komunitas dan sering diundang untuk menjadi narasumber di berbagai kelas menulis.

Kelaspun dimulai dengan dibukanya diskusi di grup. Ibu Nora menanyakan tentang karya ilmiah apakah yang pernah ditulis oleh peserta ?. Skripsi, tesis, PTK adalah jawaban sebagian besar dari peserta dan beliau membenarkan jawaban tersebut.

Menurut KBBI, karya ilmiah merupakan karya tulis yang dibuat dengan prinsip-prinsip ilmiah berdasarkan data dan fakta (observasi, eksperimen, dan kajian pustaka). Karya ilmiah merupakan jenis tulisan yang menuangkan hasil pemikiran, ide dan gagasan yang utuh dan lengkap. Dan yang tak kalah penting, sebuah karya ilmiah haruslah ditulis berdasarkan hasil riset yang dilakukan serta haruslah dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah bisa sebuah karya ilmiah dijadikan sebuah buku ilmiah ?. Paparan materi dari Bu Nora menjawab pertanyaan tersebut dengan sangat rinci dan jelas. Beliau menyampaikan bahwa usaha yang dilakukan untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah sering tidak sesuai dengan apresiasi yang didapatkan. Karya ilmiah biasanya hanya akan terpajang di Perpustakaan kampus atau sekolah dimana minim sekali orang yang tertarik membacanya.

Untuk menjadikan karya ilmiah tersebut lebih menarik dan ringan untuk dibaca, maka Bu Nora menyampaikan solusinya adalah dengan mengubah karya ilmiah tersebut menjadi sebuah buku. Lebih lanjut Bu Nora menyampaikan bahwa akan ada banyak manfaat yang didapatkan ketika karya ilmiah diubah menjadi sebuah buku, yaitu:

1.  Dapat dibaca oleh masyarakat awam

2.  Buku dapat diperjualbelikan, jadi ada keuntungan material yang dapat kita peroleh

3.  Bagi para ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit. Jadi selain mendapatkan poin AK dari laporan PTK, juga akan mendapatkan poin dari publikasi ilmiah berupa buku tadi. Sekali dayung 2 pulau terlampaui.

4.  Jika buku hasil konversi karya ilmiah milik kita banyak yang baca, banyak yang beli, ada kemungkinan nama kita sebagai penulis akan dikenal oleh banyak orang, ini juga merupakan keuntungan tersendiri

5.  Ilmu yang ada dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi buku

Lantas bagaimanakah langkah yang harus dilakukan agar sebuah karya ilmiah menjadi sebuah buku?. Inilah jawaban Bu Nora untuk pertanyaan tersebut.

1.  Ubah Judul


Dilakukan dengan berfokus pada objek penelitian saja dan menambahkan kata Kiat, Jurus, Strategi atau Cara Sukses di depannya)


Judul Tesis: Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks  untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA.


Ketika diubah menjadi judul buku menjadi Kiat Menulis Modul Berbasis Riset

 

2.  Ubah Daftar Isi


Daftar isi mengikuti pedoman 2W+1H. Misal: Bab 1 (Why) mengulas mengapa modul berbasi riset penting?, Bab 2 (What) mengulas secara jelas apakah modul berbasis riset?, Bab 3,4,5, dan seterusnya (How) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya. Atau bisa juga dengan mengembangkan materi (sub bab) pada Bab 2 (landasan Teori) menjadi bagian-bagian bab sebuah buku.

 

3.  Ubah sedikit isi karya ilmiah


Dengan lebih memperluas materi dan isi bacaan berdasarkan kata kunci judul buku dari sumber yang relevan.

4. Mengubah Bahasa, penyajian, susunan serta gaya tulisan sesuai dengan kreatifitas penulis.

5. Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e-book, atau karya ilmiah lainnya.

 

6.  Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan penerbit

Agar mendapatkan manfaat yang sama seperti manfaat ketiga di atas, selain menjadi buku, karya ilmiah juga dapat diubah menjadi artikel ilmiah yang dapat dimuat di jurnal ilmiah bereputasi. Sama halnya dengan buku, Bu Nora juga menjelaskan bahwa artikel ilmiah juga harus ditulis dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

1.  Abstrak

Berisi latar belakang singkat, tujuan penelitian, metode penelitian, hasil penelitian, simpulan. Tidak boleh ada sitasi dalam abstrak

2.  Pendahuluan

Berisi latar belakang masalah, tinjauan Pustaka secara singkat, tujuan penelitian

3.  Metode penelitian

Berisi sampel penelitian, prosedur penelitian (dalam bagan saja), analisis penelitian

4.  Hasil dan pembahasan

Berisi hasil penelitian berupa grafik, tabel atau diagram serta pembahasan mengapa mendapatkan hasil demikian yang dikaitkan dengan teori yang ada

5.  Simpulan

Menjawab tujuan penelitian

6.  Daftar Pustaka diusahakan yang terbaru dan dari jurnal lain yang bereputasi juga.

Pemaparan materi dari Bu Nora malam mini sangat luar biasa. Pengorbanan yang besar saat membuat suatu karya ilmiah akan terbayar dengan angka kredit yang akan didapatkan jika karya ilmiah tersebut di ubah menjadi sebuah buku ilmiah dan artikel ilmiah. Namun Bu Nora menegaskan bahwa “membuat  buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja”,  karena itu akan menjadi self plagiarism.

Selasa, 30 Agustus 2022

SOSOK INSPIRATIF DARI PEGUNUNGAN

 


SOSOK INSPIRATIF DARI PEGUNUNGAN

RESUME 4 BM-27 PGRI


Sore hari sebelum kelas dimulai, aku mencermati flyer pertemuan ke-4 yang dikirimkan oleh panitia Kelas BM-27 PGRI. Aku sedikit bingung membaca topik yang akan dibahas. "Menulis Membuatku Naik Kelas & Berprestasi". Aku gagal paham dengan kalimat "Naik Kelas" yang tertera di situ. Tapi ya sudahlah, aku berfikir nanti tanyaku pasti akan menemukan jawabnya.


Sebelum mebuat resume, biasanya aku membuat catatan yang aku bagi menjadi beberapa bagian yaitu Perkenalan Moderator, Pengantar Moderator, Pengenalan Narasumber, Pengantar Materi Dari Moderator, Dan Paparan Materi Narasumber dan Tanya Jawab. Aku mencatat bagian demi bagian sesuai dengan yang disampaikan oleh moderator dan narasumber. Saat masuk ke bagian, Bu Rosminiyati menyampaikan materinya sudah selesai dan masuk ke sesi tanya jawab. Baru aku sadar ternyata materinya adalah pengalam dari narasumber dari awal menulis hingga dapat meraih mipi dan prestasi di bidang menulis.

 

Kelas dibuka dengan salam hangat dari Ibu Rosminiyati selaku moderator. Semangat menulis beliau di usia yang terbilang sudah tidak muda lagi patut diacungi jempol. Aura positif langsung terasa begitu beliau menuliskan kata-kata bijak yang membuat semangat menulisku dsemakin tergugah.

"Keberadaan Bapak/Ibu di sini bukanlah suatu kebetulan saja, melainkan ada rencana besar yang disiapkan Allah untuk masing-masing kita. Oleh karena itu, jemputlah takdir baik Bapak/Ibu dengan memanfaatkan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya."

 

Bu Rosminiyati memperkenalkan seseorang yang menurut beliau adalah pribadi yang cerdas, berbakat, inspiratif, dan selalu ceria sebagai narasumber pada pertemuan ke-4 ini. Beliau adalah Ibu AAM NURHASANAH, S.Pd. Bu Aam adalah seorang guru di SMP Negeri Satu Atap 4 Cipanas, Namun selain sebagai guru, beliau juga menekui profesi tambahan sebagai blogger, narasumber, moderator, kurator, dan editor. Dan profesi tambahan itulah yang membuat beliau naik kelas karena prestasi-prestasi yang diraihnya.


Pengenalan narasumber oleh Bu Rosminiyati, membuat aku paham, bahwa yang dimaksud dengan kalimat “Naik Kelas” disi adalah capaian prestisius di bidang menulis. Dan cerita yang ada di balik capaian prestisius dari narasumber (Bu Aam) itulah yang menjadi materi pada pertemuan ke-4 ini.


Bu Aam mengawali materinya dengan menceritakan kegagalannya saat menjadi peserta pada Kelas BM-8 karena beliau tidak dapat menyelesaikan tugas resume dengan baik. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya, sehingga beliaubangkit lagi dan mengulang di Kelas BM-12. Keberadaannya di Kelas BM-12 mempertemukannya dengan Bu Kanjeng Sang Ratu Antologi pada pertemuan ke-2 yang mengajak dan menyemangati para peserta untuk mengabadikan karya pertamanya dalam sebuah buku antologi. Maka lahirlah buku antologi pertama beliau yang di beri judul “Semangat Menulis Bersama Bu Kanjeng



Bu Aam menyampaikan bahwa buku antologi tersebut sangat bersejarah untuk beliau, karena pada buku tersebut beliau dapat memposisikan nama beliau di urutan pertama sehingga semangat beliau semakin berkibar untuk menyelesaikan semua resume dan lulus dari Kelas BM-12.

 

Lulus dari Kelas BM-12, Bu Aam berhasil berhasil mendokumentasikan kumpulan resumenya menjadi sebuah buku solo perdananya. Buku tersebut di beri Judul “Mengukir Mimpi Menjadi Penulis”. Menurut beliau buku solo perdananya tersebut lahir dari mimpinya yang ingin menulis seribu buku sampai kelak Beliau menjadi seorang penulis hebat. Dan beliaupun menyelipkan sebuah pesan.Bermimpilah dahulu, jangan takut untuk bermimpi, dan wujudkanlah mimpimu”.

 

Lahirnya buku solo pertama beliau memberikan peluang besar untuk dapat meraih mimpi menulis seribu buku. Diawali dengan bergabungnya beliau di tim Om Jay yang ditugaskan sebagai moderator. Tugas baru tersebut ternyata beliau jadikan inspirasi hingga lahirlah buku solo kedua yang berjudul “Kunci Sukses Menjadi Moderator Online”. Performa beliau selama menjadi moderator membuat beliau kembali mendapat tawaran baru dari Bu Kanjeng yaitu untuk menjadi kurator. tanpa berpikir panjang beliaupun langsung menerima tawaran tersebut.

 

Kedua profesi baru tersebut membuat Bu Aam tertantang untuk mengasah kemampuannya dalam menulis dengan mengikuti lomba blog yang di adakan oleh PGRI. Pada lomba tersebut peserta dituntut untuk menulis tanpa jela selama 28 hari. Dan usaha belaiupun tak sia-sia, karean belaia dinobatkakan sebagai juara 1 Tingkat Nasial. Pengalam dalam mengikuti lomba tersebut beliau kemas dalam buku solo ketiganya yang berjudul “Blogger Inspiratif”.



Pengalaman Bu Aam sebagai moderator, kuratur dan juara dalam lomba blog membuka kesempatan baru bagi Bu Aam. Seorang siswanya yang bekerja sebagai TKI di Arab Saudi memintanya untuk mengabadikan kisah cinta dalam hidup enjadi sebuah novel. Akhirnya lahirlah sebuah nover dengan 300 halaman. Novel tersebut diberi judul “Seindah Takdir Cinta”. Hebatnya pada novel pertamanya inilah beliau mengukuhkan dirinya menjadi editor. Dan pengalaman itulah yang membuat beliau banjir tawaran dari peserta Kelas BM untuk menjadi editor buku resumenya.

 

Setiap kesempatan atau tantangan yang Bu Aam terima selalu melahirkan karya berupa buku solo. Seperti halnya saat beliau ditantang menulis buku dengan tema Karena Menulis aku ada (KMAA), beliau menjawabnya dengan buku Solo yang berjudul “Rajin Menulis Berbuah Hasil”. Begitu pula saat Om Jay memberi tantangan menulis untuk penerbit mayor, belaiu berkolaborasi dengan prof. Richardus Eko Indrajit menghasilkan buku yang bertajuk “Parenting 4.0” hanya dalam satu minggu saja.




Semua yang dilalui Bu Aam bukanlah tanpa kendala. Salah satu kendala yang kerap menghinggapinya adalah kondisi signal yang tidak bersahabatt di lokasi tempat tinggal beliau yang pegunungan tidak pernah menyurutkan tekadnya untuk terus belajar dan berkaya. Pengalaman Bu Aam yang selalu berani mencoba hal baru dan menerima setiap tantangan telah membuatnya mampu mengukir prestasi yang kini telah membawanya kepada puncak kesuksesan. Sukses karena dianggap sebagai orang yang memiliki ilu menulis yang mumpuni sehingga beliau sering diundang untuk menjadi narasumber pada kelas-kelas menulis ditingkat nasional. Dan semua hal itu telah membuatnya “naik kelas” dari seorang yang pernah gagal menjadi penulis handal.

 

Sosok inspiratif Bu Aam memberikan banyak sekali pelajaran berharga. Benarlah kata pepatah “Bagaima ditanam begitulah dituai”. Kesuksesan tidak akan pernah terjadi secara instan. Awali dengan mimpi, kuatkan dengan niat dan tekad, wujudkan dengan usaha yang sungguh-sungguh dan jangan pernah menyerah dalam kondisi apapun.


Minggu, 28 Agustus 2022

UNTAIAN KATA INDAH MAYDEARLY

 Resume 3 BM-27 PGRI


Resume merupakan salah satu jenis tulisan yang mungkin menurut sebagian orang adalah mudah untuk menulisnya. Namun ternyata tidak demikian, hal tersebut dipaparkan secara apik dengan untaian kata cantik oleh seorang narasumber yang memiliki nama pena menarik dalam pertemuan ketiga Kelas Belajar Menulis PGRI Gelombang 27 (BM 27) Jum’at, 26 Agustus 2022.

Pertemuan ketiga ini dipandu dengan penuh semangat oleh Ibu Mutmainnah yang akrab dengan sapaan Bu Emut selaku moderator. Beliau adalah seorang dengan julukan F1 pada BM-24 karena selalu menjadi yang pertama menyelesaikan resume di setiap pertemuan. Sedangkan Narasumbernya adalah sosok guru muda nan cantik dengan segudang prestasi dalam dunia menulis. Beliau juga seorang bloger, motivator dan novelis. Beliau adalah Ibu Maesarah, M.Pd. yang akrab disapa Bu Mae dan terkenal dengan nama pena Maydearly.  Beliau mendapatkan predikat The Queen of Diction karena kepiawaiannya dalam merangkai kata-kata indah yang syarat makna.

Awalnya setelah Bu Mae memaparkan materinya, nyali saya menciut mengingat resume yang sudah saya tulis untuk dua pertemuan sebelumnya sangat jauh dari kriteria resume yang disampaikan oleh beliau. Saya justru menjadi bingung untuk mulai menulis dari mana?. Namun setelah membaca ulang materi beliau, kalimat pembuka yang beliau sampaikan di awal menggugah kembali semangat saya dan menguatkan saya untuk kembali menulis.

 Sejatinya setiap peserta dikelas ini adalah mutiara dengan busur pena yang siap merangkai notasi nada, mengukir frasa ilmu lewat tinta yang berdenyut di ujung pena maya agar menjadi sebuah karya. Manakala sudah tiada, pena itu menjadi jembatan kenangan yang tetap hangat sepanjang zaman.

Pertemuan ke-3 ini bertajuk “How To Write a Good Resume”. Bu Mae menulis bahwa menurut KBBI, Resume adalah ikhtisar atau ringkasan. Lebih jelasnya di laman katadata.co.id dituliskan bahwa resume dapat dibuat dengan mencomot bagian penting dari satu tulisan panjang untuk menyampaikan inti atau pok informasi dari tulisan panjang tersebutIntinya sebuah resume dibuat dengan tujuan menyampaikan ringkasan/instisari secara singkat, jelas dan lugas sehingga akan mudah dicerna oleh pembacanya.

Lebih lanjut Bu Mae menjelaskan bahwa resume yang baik adalah resume yang berasal dari buah pemikiran penulis sendiri, dilandaskan kajian materi dari narasumber. Jadi kemampuan seorang penulis dalam menerjemahkan suatu materi dengan pemikiran dan bahasanya sendiri sangat diperlukan dalam menulis suatu resume.

Lantas bagaimanakah cara membuat resume yang baik?


Bu Mae menyampaikan, ada 6 langkah mudah dalam meresume yang baik yaitu:

1.  Mengamati, (memperhatikan dengan seksama apa yang disampaikan narasumber dan mencatat poin-poin penting yang ada di dalamnya).

2.  Modifikasi, (menuliskan kembali poin-poin penting yang disampaikan narasumber dalam kalimat sederhana yang mudah dipahami dan tentunya dengan memperhatikan EYD).

3.  Menghindari Copy Paste, (tidak menyalin secara utuh apa yang disampaikan oleh narasumber)

4.  Memparafrase Bahasa narasumber, (menulis ulang apa yang disampaikan narasumber berdasarkan pemikiran dan Bahasa sendiri)

5.  Memberi kesimpulan, (menyimpulkan apa yang telah dijabarkan pada resume)

6.  Menulis with own version, (menulis resume dengan gaya bahasa sendiri yang akan menunjukkan ke-khasan dari penulisnya)

Jika keenam langkah di atas masih sulit dilakukan, Bu Mae memberikan opsi membuat resume dengan teknik ADIKSIMBA yang merupakan singkatan dari 1) Apa materi yang di bahas?, 2) Dimana sumber referensinya?, 3) Kemana arah materi yang disampaikan?, 4) Siapa yang menjadi rujukan materi?, 5) Mengapa materi ini begitu penting?, 6) Bagaima feedback dari materi ini?.

 


Agar resume yang dibuat benar-benar menunjukkan karakter penulis, Bu Mae memberikan pada dua poin penting yang harus diperhatikan saat menulis sebuah resume yaitu:

1.  Tulis resume dalam paragraf-paragraf pendek sehingga pembaca mudah memahami intinya dan tidak bosan membacanya.

2.  Tulis ulang hal yang disampaikan narasumber dengan gaya bahasa khas penulisi (teknik parafrase) dan padukan dengan juga dengan pandangan pribadi penulis tentang hal tersebut. 

     

     Namun jika teknik paraphrase dirasakan sulit, maka menambahkan kutipan dan penegasan penyebutan sangat diharuskan.


Contoh 1:

Dalam paparan nya,  Bapak Wijaya Kusuma menyebutkan bahwa kompasiana sangat bagus untuk meningkatkan kualitas tulisan kita.


Contoh 2:

 "Kompasiana sangat baik untuk menunjang tulisan kita" ujar Bapak Wijaya Kusumah dalam menjelaskan materi tentang kompasiana.

 

Kemampuan menulis dengan bahasa yang khas berdasarkan sudut pandang sendiri harus terus dilatih karena itu merupakan harga mati jika ingin mengabadikan nama dalam sejarah melalui tulisan. Terimaksih narasumber cantik Maydearly, untaian kata-kata indahmu telah menggiringku ke dalam lautan semangat yang akan kujaga hingga tak akan penah menemukan tepi.

Sabtu, 27 Agustus 2022

Balada Sang Guru di Usia Senja Menjelang Purna

 

"Lepas dari mulut harimau, masuk kedalam mulut buaya", sepertinya peribahasa tersebut cocok untuk menggambarkan hal yang sedang dialami oleh seorang guru senior yang beberapa tahun lagi akan purna tugas itu.

Beliau dimutasi ke tempat tugas baru. Selintas hal tersebut terlihat lumrah, karena itu merupakan bagian dari sumpah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang harus bersedia ditempatkan dimana saja.

Namun ada hal lain yang membuatnya lara dan mengganggu ketenangan jiwanya hingga terlelap-pun terasa berat baginya. Sebelum SK mutasi itu beliau terima, konon di tempat tugas lamanya beliau mendapat perlakuan tidak adil. Beliau diberikan jam mengajar hanya 12 jam saja dan itupun tidak sesuai dengan mata pelajaran yang tertera pada sertifikat pendidiknya. Padahal kondisi di sekolah itu sangat memungkinkan beliau mendapat kan jam mengajar penuh (24 jam). Dan tak berselang lama, beliaupun mendapatkan panggilan untuk menerima SK mutasi di kantor dinas setempat.

SK mutasi itu harusnya bisa menjadi solusi dari masalah yang sedang dialaminya. Namun ternyata tidak, tempat tugas barunya adalah sekolah kecil yang tidak mampu memenuhi 24 jam mengajar yang menjadi kebutuhannya. Sehingga Tunjangan Profesi Guru (TPG) bisa terbayar.

Hal tersebut mungkin tidak akan menjadi masalah jika gaji bulanan yang beliau terima utuh dan TPG-nya tidak dijaminkan untuk membayar hutang. Ditambah dengan kondisi beliau yang tidak bersuami dan tidak bisa berkendara sendiri, maka lengkaplah derita yang beliau rasakan.

Beliau tidak tahu harus mengadu kepada siapa. Beliau merasa nasib tidak berbelas kasih kepadanya. Entah siapa yang harus dipersalahkan dalam hal ini. Dinas terkait-kah, yang tidak memperhatikan secara cermat tentang pemetaan dan kebutuhan guru di setiap sekolah?. Atau pimpinan (kepala sekolah) kah yang memiliki kuasa untuk menyingkirkan siapa saja yang "tidak disukai"-nya?. Atau justru sang guru guru itu sendiri yang tidak merencanakan dan mengelola keuangannya dengan baik?.

Berkaca pada kejadian di atas, maka pelajaran yang dapat diambil adalah: 1) Menjadi seorang guru tidak cukup hanya berkutat di ruang kelas saja, melainkan harus keluar banyak melihat, mendengar dan belajar untuk mengembangkan kompetensi diri. Sehingga di manapun  bertugas akan menjadi sosok yg diperhitungkan dan cenderung dibutuhkan. 2) Usia senja menjelang purna tugas seharusnya menjadi waktu untuk menikmati hasil bekerja di masa muda. Bukan sebaliknya, harus menanggung beban karena kurang perhitungan di masa muda. 3) Jika berkesempatan menjadi pemimpin, maka jadilah pemimpin yang disegani bukan ditakuti serta pemimpin yang mengayomi dan memberikan rasa aman pada orang-orang yang dipimpinnya.


# nasihatdiri
# belajartiadahenti



Rabu, 24 Agustus 2022

PETUAH SAKTI SANG RATU ANTOLOGI

 Resume 2 BM-27 PGRI




Selepas salat magrib ku rebahkan tubuh letihku di tempat tidur. Hari ini Rabu, 24 Agustus 2022 kegiatanku padat sekali Pukul 07.00 Wita aku sudah berada di sekolah untuk menyiapkan pelaksanaan gladi bersih ANBK di mana Aku ditugaskan menjadi proktor-nya. Pukul 09.00 Wita aku bertolak ke Kantor Bahasa NTB untuk mengikuti pelatihan literasi hingga selesai pukul 16.30 Wita dan sepulang dari kantor bahasa aku langsung menuju Islamic Center untuk menunaikan tugasku mengajar ngaji hingga tepat adzan maghrib aku sampai di rumah. 

Sembari menunggu sholat Isya aku membuka grup WA Belajar Menulis PGRI Gelombang 27, ternyata malam ini adalah pertemuan kedua. Letih ku seketika menguap, terganti dengan semangat yg membuncah dan rasa tidak sabar untuk menimba ilmu baru tentang menulis. Begitu Adzan Isya berkumandang, aku segera menunaikan sholat isya. Selepas sholat aku berdo'a agar aku diberikan kemudahan untuk menyerap ilmu yang sebentar lagi akan dibagikan secara paripurna. Setelahsholat dan do'aku usai, aku mempersiapkan diri dengan alat tempurku, laptop, HP, sebotol air serta sekotak kudapan yang kudapat sepulang pelatihan tadi sore. 

Kelas pun dimulai,  pertemuan kedua ini dipandu oleh Bapak Dail Ma'ruf selaku moderator dengan Ibu Dra. Sri Sugiastuti. M.Pd., sebagai narasumbernya. Narasumber kali ini lebih di kenal dengan sapaan Bu Kanjeng dan beliau dijuluki sebagai Ratu Antologi. Topik yang diangkat malam ini adalah "Menjadikan Menulis Sebagai Passion". Pada awal materi Bu Kanjeng memaparkan tentang semangat menulis yang harus kita sambungkan dengan mindset kita. Mindset kita dalam menulis sangat penting untuk dapat menjadikan passion kita. Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa passion adalah suatu gairah yang ada di pikiran kita. Jadi ketika dalam pikiran kita memiliki gairah menulis, maka menulis akan menjadi kebutuhan yang kita butuhkan setiap saat, sehingga bila belum menulis maka akan terasa ada yang kurang. Beliau juga memaparkan kalimat penyemangat yang mengatakan bahwa bahwa menurut beberapa ahli menulis itu satu pekerjaan atau profesi yang mulia. Jadi jangan pernah takut menulis, apalagi punya prasangka negatif bahwa menulis itu adalah BAKAT. Ini salah besar. Karena yang sesungguhnya menulis itu adalah keterampilan tertinggi setelah berbicara, mendengar dan membaca. Sementara setiap orang yang lahir ke dunia adalah pemenang. Mereka memiliki potensi dari  Allah yang siap dikembangkan. Jangan pernah mengkerdilkan diri sendiri.

Pemaparan awal dan kalimat semangat dari bunda kanjeng semakin membuatku penasaran, bagaimana sih kiat-kiat yang harus dilakukan agar bisa menjadikan menulis sebbagai passion?. Tanyakupun terjawab ketika Bu Kanjeng menyampaikan materi yang dikemas dalam slide presentasi yang sangat apik. Slide pertama berisi tentang  hambatan yang sering ditemui dalam menulis yaitu 1) Merasa Tidak Berbakat, 2) Tidak Memiliki Waktu, 3) Tidak memiliki ide, 4) Tidak mau dikritik dan 5) tidak suka menulis. Kelima kendala tersebut menurut beliau dapat diusir dengan cara ubah dulu mindset, siapkan waktu untuk menulis, jangan baper atau  minder dan perbanyak membaca. serta bangun komunitas Literasi. Pada slide selanjutnya Bu Kanjeng memberikan tips "Mulailah dengan kata mengapa?", tetapi lebih lanjut beliau mengungkapkan tidak harus dengan kata "mengapa", karena kita juga dapat memulai tulisan dengan suatu pernyataan, kata bijak, dialog atau apa saja yang penting kalimat pembuka tersebut dapat menggiring pembaca agar tidak lari atau putus di tengah jalan.

Selanjutnya terdapat slide yang memaparkan tentang  langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk menjadi penulis yang baik yaitu:

  1. Read (untuk menjadi penulis yang baik, maka harus banyak membaca)
  2. Disscuss (penting karena bisa memunculkan ide dan gagasan dan akan lebih baik jika memiliki mentor)
  3. Look & Feel (bisa secara langsung maupun dengan melihat atau membaca di media)
  4. Socialize (berapa banya pengetahuan, pengalaman dan kisahorang lain yang dapat diserap).
Setelah mengetahui langkah-langkah untuk menjadi penulis yang baik, maka kita harus mempersiapkan beberapa hal yang dapat menuntun kita untuk lebih mudah membuat suatu tulisan. Hal-hal tersebut adalah 1) Menggali dan menemukan gagasan atau ide, 2) Menentukan tujuan, genre dan segmen pembaca, 3)Menentukan topik, 4) Membuat ouline dan yang terakhir adalah 5) Menentukan bahan materi atau buku. 

Dibagian akhir slide, beliau menyelipkan pesan yang dapat dijadikan petuah untuk memotivasi diri (terutama dirisaya) ssebagai penulis pemula. Beliau menulis bahwa menulis itu harus sabar dan penulis pemula sebaiknya lebih fokus pada ketekunan (persistensi) dalam proses menulis. Dan sebagai pamungkas beliau menuliskan dua kalimat sederhana yang sangat mengispirasi saya untuk terus berkarya dalam membuat tulisan.

Tulislah Semampu Kita Terlebih Dahulu

Jangan Berpikir Harus Sempurna, dan Jangan Idealis


Senin, 22 Agustus 2022

MALAM PERTAMA BERSAMA OM JAY

 

Resume 1 BM-27 PGRI

Menulis bagi sebagian orang adalah hal yang mudah, terutama bagi mereka yang memang memiliki bakat menulis. Karena bagi mereka apa yang mereka pikirkan, apa yang mereka rasakan, apa yang mereka dengar dan apa yang mereka lihat  merta dapat mereka jadikan tulisan dengan mudah. Tetapi tidak begitu halnya dengan sebagian orang yang lain. Mereka itu mungkin termasuk orang yang memiliki bakat menulis dan punya keinginan untuk menulis tetapi belum berani untuk mulai mencobanya. Atau bisa juga mereka adalah orang yang mungkin tidak berbakat tetapi memiliki keinginan yang kuat untuk bisa menulis. Dan saya termasuk di dalam kategori yang kedua tersebut. 

Sangat susah bagi saya untuk mulai menulis. Hal tersulit yg saya rasakan untuk mulai menulis adalah menemukan ide yang akan menjadi topik tulisan saya. Kalaupun saya sudah menemukan ide, saya sering hanya dapat menuangkan ide tersebut hanya dalam 2 paragraf yang berisi kurang dari 200 kata. Setelah itu... blank, dan tak jarang semangat saya menciut karenanya. 

Karena hal tersebut, maka saya mencoba mencari-cari informasi tentang kelas menulis. Alhamdulillah saya menemukan kelas menulis gratis yaitu Kelas Belajar menulis PGRI Gelombang 27. Saya segera mendaftarkan diri saya dan rasanya tidak sabar untuk menimba ilmu menulis di kelas ini, karena disini terdapat 10 orang mentor yang siap berbagi ilmu dalam 30x pertemuan. 

Akhirnya saat yang ditunggu pun tiba. Senin tanggal 22 Agustus 2022 adalah hari pertama kelas dimulai melaluiWA grup. Pada pertemuan pertama ini, yang menjadi moderator adalah Ibu Widya Arema dan mentor-nya adalah Dr. Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd. atau yang akrab disapa OmJay. Materi yang disampaikan Om Jay adalah tentang tentang Kompasiana.com. Sebelum membahas lebih lanjut tentang kompasiana.com, ada 3 pernyataan OmJay yang menjawab permasalahan saya tentang ide di atas, yaitu:

  1.  Kita bisa mendapatkan ide menulis dari sebuah video di youtube, dengan cara  menuliskannya dalam sudut pandang yang berbeda.
  2.  Perlu menulis kalimat pembuka yang saat ini sedang menjadi topik pembicaraan. 
  3. Sebuah tulisan tidak bisa langsung sekali jadi, kita perlu menata kalimat demi kalimat yang mudah dipahami..

Selanjutnya OmJay membahas panjang lebar tentang Kompasiana.com mulai dari cara mendaftar sampai reward yang akan didapatkan jika aktif menulis di Kompasiana.com. Hal-hal tersebut secara singkat adalah sebagai berikut:

  • Kompasian.com merupakan sebuah blog milik kompas.com.
  • Cara mendaftar dan membuat akun di kompasiana.com mudah sekali. Anda cukup menulis di google.com lalu ketik cara menulis di kompasiana, maka akan banyak orang baik hati memberikan panduan atau tutorialnya.
  • Hal yang sering gagal dilakukan oleh para pendaftar pemula adalah di bagian pengaturan, karena di sana kawan-kawan harus menuliskan data diri. Terutama KTP, NPWP, nomor rekening bank dan nomor go-pay untuk hadiah dari kompasiana. (Data diri termasuk link akun media sosial yg kita miliki).
  • Di kompasiana.com itu kita menulis yang dibayar, asalkan kita memenuhi ketentuan K Reward kompasiana. Kalau teman-teman beruntung dan banyak yang membaca tulisannya, maka kawan-kawan akan mendapatkan Gopay dari kompasiana.com.
  • Hal yang paling sulit adalah mengembangkan tulisan kita di kompasiana.com agar para pembaca dengan senang memberikan nilai kepada tulisan kita dengan memilih kategori yang sesuai menurut mereka yaitu AKTUAL,BERMANFAAT, INSPIRATIF, MENARIK, MENGHIBUR dan UNIK.
  • Jika tidak ingin ada iklan di kompasiana.com, maka harus berlangganan bisa dengan  bulanan, tahunan atau semester, tergantung pilihannya.
  • Minimal jumlah kata dalam tulisan yang dapat di posting di kompasiana.com adalah 95 kata.
  • di kompasiana,com, tulisan harus asli tulisan kita, karena jika ketahuan copas, makaakun kita akan di delete.
Selain materi OmJay juga memberikan beberapa tips dan trik bagi penulis pemula agar dapat menghasilkan tulisan yang bagus dan layak dipublikasikan di blog kompasiana.com sehingga bisa menjaga konsistensi sebagai penulis. Beberapa tips dan triks tersebut merupakan jawaban dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta, diantaranya:
  • Banyaklah membaca tulisan orang lain sehingga endapatkan banyak ide dan dapat mengembangkan ide tersebut menjadi tulisan yang bagus.
  • Tulis saja apa yang ada di kepala kita. Bisa nulis berita yang sedang viral atau nulis dari sudut pandang kita sendiri
  • Buatlah judul yang menggoda, karena biasanya judul yang menggoda akan membuat pembaca langsung mengklik tulisan kita
  • Rutinlah menulis karena dengan rutin menulis setiap hari, usahakan satu artikel sehari, maka tulisan kita akan ditunggu oleh para pembaca termasuk jika mengunggah tulisan kita di kompasiana.com yang memiliki banyak sekali pembaca.
  • Tidak apa-apa jika tulisan kita tidak beri penilaian, dan jadikanlah hal tersebut sebagai motivasi kita untuk menulis lebih baik dari sebelumnya.
  • Bagi pemula seperti kita,  OmJay menyarankan jangan terburu-buru untuk berlangganan di kompasiana.com.
  • Agar focus terjaga saat menulis, maka sebaiknya fokus menulis saja dulu lalu diedit kemudian sambil kita baca ulang, dan jika sudah yakin baru disubmit.
  • Untuk menjaga konsistensi kita dalam menulis, maka bergabunglah dengan komunitas penulis dan belajarlah dari orang-orang hebat dalam bidang menulis.
Alhamdulillah, ilmu yang saya dapatkan malam ini telah mengisi kembali energi menulis saya yang hampir redup. OmJay sangat menginspirasi dengan segala torehan karya beliau. Akhirnya sesi belajar pada pertemuan pertama ini berakhir dengan closing statement dari bu Widya Arema sebagai moderator "Jangan tidur sebelum membaca dan jangan mati sebelum menulis".





Rabu, 17 Agustus 2022

KESEPAKAN KELAS MENGUATKAN KARAKTER SISWA



Hari in adalah hari pertama masuk sekolah pada Tahun Ajaran 2022/2023. Sebagaimana siswa, saya sebagai grurupun sangat antusias menyambutnya. Banyak sekali rencana dan hal baru yang ingin aku lakukan di tahun ajaran baru ini. Hal pertama yang sangat ingin aku lakukan adalan membuat kesepakatan kelas pada kelas yang aku ampu. Beberapa pernyataan saya buat yang natinya akan saya ajukan kepada siswa-siswa saya untuk dijadikan kesepakan kelas. Pernyataan tersebut diantaranya berisi tentang waktu untuk masuk kelas, kerapian buku catatan dan latihan dan aturan penggunaan HP saat pembelajaran

Dan saat yang ditunggu-tunggupun tiba. Pada pertemuan pertama, saya mengajar di kelas X yang merupakan siswa baru di sekolah. Oleh karenanya kegiatan awal diisi dengan perkenalan dan tanya jawab tentang kebiasaan belajar mereka ketika masih di SMP. Setelah itu barulah saya menjelaskan kepada mereka bahwa untuk kelancaran dan kenyamanan proses pembelajaran, maka kita harus membuat aturan-aturan yang nantinya akan disepakati bersama dan dituangkan dalam kesepakatan kelas. 

Alhamdulillah para siswa sangat antusias menanggapi dan menyampaiakan keinginan dan pendapat mereka tentang hal apa saja yang akan disepakati. Setelah melalui proses diskusi, akhirnya disepakati beberapa hal diantaranya "hadir tepat waktu dan "selama pembelajaran berlangsung HP diletakkan di atas meja guru dan dapat diambil kembali setelah pembelajaran usai, kecuali jika diperlukan untuk mencari informasi tentang materi pembelajaran".

Hasilya sangat mengejutkan. Pada pekan berikutnya saat saya memasuki ruang kelas, saya mendapati siswa sudah duduk rapi di bangku masing-masing dan HP siswa sudah berjejer rapi di atas meja guru. Berdasarkan pengamalan tersebut terlihat bahwa ketika siswa dilibatkan dalam membuat aturan di kelas (kesepakatan kelas) maka serta merta mereka akan merasa bertanggung jawab dan berkomitmen untuk melaksanakan kesepakatan tersebut sehingga semakin menguatkan karakter disiplin, jujur dan bertanggung jawab pada diri mereka.



MENULIS PUISI YUUUK...

RESUME 18 KELAS BM-2 Pertemuan ke-18 Kelas BM-27 kembali dipandu oleh Bapak  Dail Ma'ruf  sebagai moderator. Kali ini tema yang diangkat...