RESUME 16 KELAS BM-27 PGRI
Pertemuan ke-16 ini bertema "Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis". Malam ini kelas dipandu oleh Bapak Sim Chung Wei, S.P. yang akrab dengan sapaan Koko Sim. Beliau adalah salah satu alumni kelas BM-26. Dan yang mejadi narasumbernya adalah seorang guru muda dari Tana Toraja yang karyanya sudah bertengger di Gramedia. Beliau adalah Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd.,M.Pd. Profil lengkap beliau dapat di lihat pada profil narasumber pertemuan 16
Menjadikan tulisan menjadi sebuah buku dengan susunan yang sistematis bukanlah hal yang mudah. Butuh usaha, tekad dan kemauan yang kuat. Lebih-lebih bagi penulis pemula, akan banyak kebingungan dan kendala yang ditemui ketika tulisannya akan disusun menjadi sebuah buku. Untuk itu, maka penguasaan terhadap semua syarat, tips dan trik dalam menyusun naskah buku harus dipelajari dan dikuasai.
Dalam pemaparan materinya, Pak Yulius menyampaikan 10 hal yang merupakan langkah dalam menyusun buku secara sistematis. Beliau mengatakan, langkah-langkah tersebut merupakan pengalaman pribadinya dalam menyusun buku-buku karyanya.
10 langkah tersebut adalah:
1. Memilih Cara Yang Efektif dalam Menyusun dan Mengedit Naskah Buku
Secara sistematis
Salah
satu cara yang disarankan oleh pak Yulius adalah menggunakan Mendeley. Menurut
laman kumparan.com, Mendeley merupakan
sebuah aplikasi yang memudahkan mengelola database berupa karya ilmiah.
Sehingga seseorang tidak akan kesulitan dalam menuliskan daftar pustakan.
Adapun
kelebihan dari Mendeley yaitu:
- Semua file yang dimasukkan kedalam Mendeley akan terdeteksi secara otomatis berupa judul, penulis, halaman, volume tipe file, abstrak dan lainnya tanpa perlu memasukkan manual satu persatu.
- Tulisan dapat disesuaikan oleh penulis karena bisa diedit.
- Mudah diakses karena Mendeley menghubungkan lewat website. Sehingga dapat mengakses kapan pun dan di manapun.
- Setiap karya ilmiah yang diupload akan berurutan secara otomatis.
2. Mulailah Menulis
Mulailah dengan
menulis beberapa kata dan dan lanjutkan dengan terusdan terus menulis dan
seperti kata Om Jay, buktikan apa yang terjadi.
3. Jangan Menyerah
4. Buatlah Naskah Buku Lebih
Mudah Untuk diselesaikan
Dalam
proses menulis yang dilakukan secara konsisten, suatu saat seorang penulis akan
menemukan apa yang menjadi kesukaan dan kertarikannya. Dengan demikian, penulis
akan lebih mudah menentukan urutan-urutan apa yang akan dituangkan ke dalam
bukunya.
Selain
itu, penulis juga dapat mempelajari banyak alat dan perangkat lunak penulisan.
Sehingga akan menemukan alat atau perangkat lunak yang cocok untuk digunakan
dalam mengedit naskah dan membuat susunan buku menjadi sistematis.
5. Nikmati Proses Menulis dan
Mengedit Naskah
6. Ingat Untuk Selalu Berbagi
Ilmu
Seringnya melakukan pengeditan naskah buku menggunakan suatu alat
atau perangkat lunak tertentu akan membuat seorang penulis memiliki wawasan
yang mendalam tentang alat atau aplikasi tersebut. Jika sampai pada titik
tersebut, maka bagilah ilmu dan pengalaman tersebut kepada orang lain.
7. Asah Katerampilan Menyusun Naskah
Buku
8. Carilah Ide yang Bagus
9. Jadi Diri Sendiri
Dalam embuat sebuah tulisan, kejujuran sangat diperlukan. Jujur
saja menulis dengan gaya dan cara sendiri. Tidak perlu meniru atau mengikuti
gaya orang lain, karena setiap orang akan mengalami proses pembelajaran yang
berbeda-beda dalam menghasilkan tulisannya.
10. Buatlah Proses Mengedit
Menjadi Lebih Mudah
Sebagai penutup, Pak Yulius menyampaikan kalimat yang semakin memantik semangat saya untuk dapat menghasilkan sebuah buku solo di akhir kelas menulis nanti.
"Seorang penulis lima buku kemungkinan besar lebih terkenal daripada penulis yang hanya menerbitkan satu buku. Agar lebih dikenal dan mendapatkan lebih banyak, maka sering-seringlah menulis dan mempublikasikan. Bapak/ibu dapat menulis 1-3 buku yang diterbitkan sendiri setiap tahun dengan ide yang bersumber dari keadaan di sekitarnya."










