Senin, 26 September 2022

LANGKAH MENYUSUN BUKU SECARA SISTEMATIS

 


RESUME 16 KELAS BM-27 PGRI


Malam ini adalah pertemuan ke 16 Kelas BM-27 PGRI. Setelah delapan pertemuan saya absen membuat resume karena kondisi yang kurang fit ditambah dengan banyaknya kegiatan yang harus diikuti, malam ini saya bertekad pada diri sendiri untuk menuliskan resume.

Pertemuan ke-16 ini bertema "Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis". Malam ini kelas dipandu oleh Bapak Sim Chung Wei, S.P.  yang akrab dengan sapaan Koko Sim. Beliau adalah salah satu alumni kelas BM-26. Dan yang mejadi narasumbernya adalah seorang guru muda dari Tana Toraja yang karyanya sudah bertengger di Gramedia. Beliau adalah Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd.,M.Pd. Profil lengkap beliau dapat di lihat pada profil narasumber pertemuan 16

Menjadikan tulisan menjadi sebuah buku dengan susunan yang sistematis bukanlah hal yang mudah. Butuh usaha, tekad dan kemauan yang kuat. Lebih-lebih bagi penulis pemula, akan banyak kebingungan dan kendala yang ditemui ketika tulisannya akan disusun menjadi sebuah buku. Untuk itu, maka penguasaan terhadap semua syarat, tips dan trik dalam menyusun naskah buku harus dipelajari dan dikuasai.

Dalam pemaparan materinya, Pak Yulius menyampaikan 10 hal yang merupakan langkah dalam menyusun buku secara sistematis.  Beliau mengatakan, langkah-langkah tersebut merupakan pengalaman pribadinya dalam menyusun buku-buku karyanya.

10 langkah tersebut adalah:

1. Memilih Cara Yang Efektif dalam Menyusun dan Mengedit Naskah Buku Secara sistematis

Salah satu cara yang disarankan oleh pak Yulius adalah menggunakan Mendeley. Menurut laman kumparan.com, Mendeley merupakan sebuah aplikasi yang memudahkan mengelola database berupa karya ilmiah. Sehingga seseorang tidak akan kesulitan dalam menuliskan daftar pustakan.

Adapun kelebihan dari Mendeley yaitu:

  • Semua file yang dimasukkan kedalam Mendeley akan terdeteksi secara otomatis berupa judul, penulis, halaman, volume tipe file, abstrak dan lainnya tanpa perlu memasukkan manual satu persatu.
  • Tulisan dapat disesuaikan oleh penulis karena bisa diedit.
  • Mudah diakses karena Mendeley menghubungkan lewat website. Sehingga dapat mengakses kapan pun dan di manapun.
  • Setiap karya ilmiah yang diupload akan berurutan secara otomatis.

 

2.   Mulailah Menulis

Mulailah dengan menulis beberapa kata dan dan lanjutkan dengan terusdan terus menulis dan seperti kata Om Jay, buktikan apa yang terjadi.

Sebagai penulis pemula, dalam proses menulis haruslah banyak mencari referensi, bisa juga dengan mecari bantuan penulisan dari ahlinya, mendengarkan saran dan masukan dari orang lain serta banyak membaca contoh tulisan-tulisan dari penulis pemula yang telah berhasil membukukan tulisannya.
 

3.   Jangan Menyerah

Sebagai penulis pemula, tidak akan cukup mencoba sekali saja untuk menyusun buku. Tetapi perlu banyak percobaan untuk mencapai keberhasilan. Tentunya dalam proses percobaan tersebut akan sering mengalami kekeliruan, bahkan kejenuhan. Tetapi satu hal yang harus diingat yaitu “kita hanya perlu menulis” dan terus belajar mengedit naskah untuk menghasilkan sebuah buku.
 

4.   Buatlah Naskah Buku Lebih Mudah Untuk diselesaikan

Dalam proses menulis yang dilakukan secara konsisten, suatu saat seorang penulis akan menemukan apa yang menjadi kesukaan dan kertarikannya. Dengan demikian, penulis akan lebih mudah menentukan urutan-urutan apa yang akan dituangkan ke dalam bukunya.

Selain itu, penulis juga dapat mempelajari banyak alat dan perangkat lunak penulisan. Sehingga akan menemukan alat atau perangkat lunak yang cocok untuk digunakan dalam mengedit naskah dan membuat susunan buku menjadi sistematis.

 

5.   Nikmati Proses Menulis dan Mengedit Naskah

Setiap orang akan memilih alat dan cara yang berbeda untuk dapat menikmati proses penulisan dan pengeditan naskah bukunya. Pak Yulis sendiri mengaku melakukannya hanya dengan menggunakan fasilitas yang murah dari Microsoft Word. Lalu hal tersebut dibagikannya kepada khalayak melalui tutorial yang diposting di chanel Youtubenya.



 

6.   Ingat Untuk Selalu Berbagi Ilmu

Seringnya melakukan pengeditan naskah buku menggunakan suatu alat atau perangkat lunak tertentu akan membuat seorang penulis memiliki wawasan yang mendalam tentang alat atau aplikasi tersebut. Jika sampai pada titik tersebut, maka bagilah ilmu dan pengalaman tersebut kepada orang lain.

Setiap penulis dalam proses menulis untuk menghasilkan buku baik antologi maupun solo, baik fiksi ataupun nonfiksi tentunya banyak pengalaman berhaga yang dilaluinya. Maka bagilah pengalaman tersebut agar dapat menjadi innspirasi bagi orang lain.
 

7.   Asah Katerampilan Menyusun Naskah Buku

Sebagus apapun ide dari sebuah buku jika susunannya tidak terstruktur, maka akan membuat orang lain kurang tertarik membacanya. Oleh karenanya ide yang dimiliki oleh penulis harus dapat disusun sedemikian rupa kedalam bab-bab atau sub bab, sehingga buku yang dihasilkan menjadi suatu kesatuan yang utuh dan sistematis.
 

8.   Carilah Ide yang Bagus

Dalam menulis, ide yang bagus untuk sebuah tulisan bisa datang dari mana saja. Dari sesuatu yangdi alami, dirasakan, dilihat maupun didengar atau bahkan ketika hanya dari sebuah kalimat dari buku yang dibaca.
 

9.   Jadi Diri Sendiri

Dalam embuat sebuah tulisan, kejujuran sangat diperlukan. Jujur saja menulis dengan gaya dan cara sendiri. Tidak perlu meniru atau mengikuti gaya orang lain, karena setiap orang akan mengalami proses pembelajaran yang berbeda-beda dalam menghasilkan tulisannya.

Pak Yulius Mengingatkan, untuk penulis pemula pertimbangkanlah bahwa “saya harus bisa menerbitkan buku solo pertama saya” dengan cara dan gaya saya sendiri. Itu akan sangat berkesan dan bernilai.
 

10.  Buatlah Proses Mengedit Menjadi Lebih Mudah

Mengedit naskah buku merupakan yang paling akan membosankan, memakan waktu, dan sering membuat frustrasi. Dan hal tersebut sama sekali tidak dapat dihindari. Untuk itu, buatlah proses tersbut menjadi lebih mudah dengan melakukan seperti apa yang telah dipraktikkan oleh Pak Yulius Selama ini.
 

Sebagai penutup, Pak Yulius menyampaikan kalimat yang semakin memantik semangat saya untuk dapat menghasilkan sebuah buku solo di akhir kelas menulis nanti.

"Seorang penulis lima buku kemungkinan besar lebih terkenal daripada penulis yang hanya menerbitkan satu buku. Agar lebih dikenal dan mendapatkan lebih banyak, maka sering-seringlah menulis dan mempublikasikan. Bapak/ibu dapat menulis 1-3 buku yang diterbitkan sendiri setiap tahun dengan ide yang bersumber dari keadaan di sekitarnya."





Senin, 05 September 2022

CINTAILAH KETIDAKSEMPURNAAN


 RESUME 6 KELAS BM-27 PGRI


Semenjak mengikuti Kelas BM-27 hari Senin, Rabu dan, Jum'at berubah menjadi hari spesial yang selalu ku nanti. Semangatku membuatku selalu penasaran, "nanti malam belajar apa ya?", pertanyaan itu selalu hadir di benak ku. Seperti hari ini Senin, 5 September 2022. Sejak siang aku senantiasa mengecek grup WA demi memenuhi rasa ingin tahu ku tentang materi apa yang akan dibahas nanti malam. Dan taraa.... tepat  pukul 15.07 Wita flyer yang ditunggu-tunggupun muncul juga di grup WA.




Rasa penasaranku semakin menjadi ketika beberapa tokoh Kelas BM PGRI seperti Om Jay, Bu Aam, Bu Emut dan Bu Ovi berkomentar di grup WA dan mengatakan bahwa materi ini sangat bagus. Demi menjawab rasa penasanku, aku lantas mencoba mencari tahu tentang writer’s block melalui Google. Menurut laman skillacademy.com Writer’s block adalah kondisi yang mana penulis mengalami kesulitan (sementara atau permanen) untuk menuliskan kata-kata atau menulis. Kondisi ini bisa terjadi kepada setiap penulis baik penulis baru atau penulis profesional. Dan siapapun yang bekerja di dunia kepenulisan bisa mengalaminya, misalnya: Jurnalis, Content Writer, penulis novel, sastrawan, Copywriter, dan Scriptwriter. Sederhananya, writer’s block adalah kondisi di mana seorang penulis yang biasanya terampil dan bisa menulis, lalu tiba-tiba merasa nggak bisa menulis. Hmmm… pasti bakalan seru nih bahasan materinya nanti.

Pukul 19.59 Wita Bu Raliyanti selaku moderator di pertemuan ke-6 ini izin mengunci grup WA agar kelas bisa dimulai. Bu Raliyanti akrab disapa Bu Rali. Beliau berasal dari Jakarta dan merupakan alumni Kelas BM-20. Beliau membuka kelas dan menyemangati peserta dengan kalimat :

“Mari kembali ke komitmen. Kuatkan tekad untuk menulis. Saling menyemangati satu sama lain untuk tetap terus istiqomah dalam menulis”.

 

Sedangkan yang menjadi narasumbernya adalah seorang guru muda, cantik dan berprestasi yang merupakan alumni Kelas BM-7. Beliau adalah Ibu Ditta Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr. Dari profil yang moderator sampaikan melalui link blognya, terlihat bahwa beliau sudah menghasilkan banyak karya yaitu 7 karya solo dan 13 karya bersama. Selain itu Guru yang mengampu Mata Pelajaran IPA di SMPN 1 Cipeundeuy Subang Jawabarat ini juga memiliki banyak prestasi, diantaranya mendapatkan penghargaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang sebagai guru berprestasi pada tahun 2021.

 


Writer’s Block sering disingkat WB. Sebagaimana penjelasan menurut skillacademy.com di awal tadi, WB dapat terjadi dan menyerang siapa saja baik itu penulis pemula maupun penulis professional. Lantas apakah yang menjadi tanda-tenda seseorang terkena WB?. Berikut adalah tanda-tanda WB yang disampaikan bu Ditta dalam paparan materinya:

  1.  Merasa tiba-tiba seolah semua ide lenyap?
  2.  Merasa tangan menjadi kaku hingga tak mampu menuliskan sepatah kata pun.
  3. Merasa betapa lambatnya pikiran kita dalam menemukan ide ide baru untuk menulis.
  4. Sulit fokus
  5.  Tidak ada inspirasi menulis
  6.  Menulis lebih lambat dari biasanya
  7.  Merasa stres dan frustasi untuk menulis
  8.  Cenderung menunda-nuda menyelesaikan tulisan.

 
Hal penting yang harus dilakukan ketika tiba-tiba WB menyerang adalah dengan secepatnya menyadari dan mencari solusi agar WB tidak menyerang berlarut-larut dalam jangka waktu yang lama. Menurut Bu Ditta, salah satu cara terbaik untuk mengatasai WB adalah mengenali penyebabnya. Beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya WB adalah:

1.   Mencoba Metode/Topik Baru

Hal ini bisa terjadi ketika seseorang ingin membuat tulisan yang berbeda dari tulisan yang biasa dibuatnya baik dari segi metode maupun topiknya. Sehingga akan mengalami kesulitan dan membutuhkan usaha yang keras untuk dapat menyesuaikan diri dengan tulisan baru yang akan di buatnya. Bu Ditta mencontohkan ketika seseorang terbiasa meulis Karya Ilmiah, maka ketika diminta untukmenulis puisi makaia akan menemukan kesulitan. Lebih lanjut BU Ditta menjelaskan untuk kasus pada contoh tersebut, maka solusinya adalah mempelajari teknik dan banyak berlatih menulis merupakan solusi terbaik untuk meminimalkan dampak WB.

 

2.   Stres

Stres banyak pemicunya. Khususnya untuk penulis stress dapat dipicu oleh:

  • Rasa takut tulisannya tidak diterima;
  • Mengkritik diri sendiri dn sering membandingkan tulisaanya dengan orang lain;
  • Tekanan dari luar dirinya, seperti tekanan yang datang dari pekerjaanya sebagai penulis ataupun dari pembaca tulisannya.
  • Jenuh pikiran dan hati.

Namun dari kajian psikologis dan kesehatan, menulis justru merupakan salah satu cara untuk mengatasi stress. Bu Ditta menjelaskan, hal tersebut dkenal dengan istilah "Menulis Ekspresif", dimana orang-orang dg kasus tertentu akan diminta untuk menulis ekspresif. Menuliskan pengalaman traumatisnya, serta 'perasaan' pada saat atau setelah mengalami hal tersebut.

 

3.   Perfeksionis

Dalam hal-hal tertentu perfeksionis itu kadang diperlukan. Namun dalam dunia menulis, sikap perfeksionis justru akan mematikan ide dan kreatifitas seorang penulis. Karena proses menulis akan banyak dibebani oleh keinginan atau kepentingan untuk menampilkan tulisan yang paling sempurna. Sehingga proses berkaryanya menjadi terhambat.


Jika WB sewatu-waktu datang menyerang, hal-hal berikut dapat dilakukan untuk menguranginya atau bahkan menghentikannya.

1.   Istirahat Sejenak

Dengan beristirahat, maka raga dan pikiran akan terbebas dari kepenatan dan akan segar kembali.

 

2.   Lakukan kegiatan lain

Lukan kegiatan lain yang tidak ada hubungannya dengan menulis seperti Olahraga, jalan-jalan, healing, main game, nonton TV atau sekedar membuka media sosial. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengalihkan sejenak pikiran dari tulisan yang mentok tadi.

 

3.   Ganti Suasana & Tempat Menulis

Kadang suasana dan tempat sangat mempengaruhi lancarnya aliran ide saat menulis. Menulis bisa dilakukan di café, taman atau bahkan balkon rumah sehingga dapat memicu inspirasi atau ide-ide baru lainnya.

 

4.   Mencoba Menulis Bebas

Dengan menulis bebas, penulis akan dapat menuangkan ide atau pikirannya tanpa mengedit dan memikirkan kaidah-kaidah menulis yang benar sehingga imajinasinya akan ‘bebas’. Coba lakukan hal tersebut 3-5 menit tanpa berhenti.

 

5.   Buat Target untuk diri sendiri

Dengan meiliki target, biasanya seorang penulis akan terpacu untuk menyelesaikan tulisannya walaupun dalam keterpaksaan. Jika ada target, aka penulis biasanya akan memaksaan diri untuk focus dan dapat menyelesaikan tulisannya dengan cepat.

 

6.   Utamakan Kemajuan Bukan Kesempurnaan

Menurut Bu Ditta tak sempurna itu manusiawi, jadi jangan terlalu fokus untuk mencapai kesempurnaan dalam menulis. Yang penting adalah teruslah berproses untuk menjadikan tulisan lebih baik dari sebelumnya, sehingga setiap hari akan ada kemajuan yang dicapai dalam berkarya.

 

Jika ditelisik secara seksama, dapat disimpulkan bahwa WB sebagian besar bersumber dari diri penulis sendiri. Artinya solusi WB harus berasal dari diri penulis sendiri tentunya dengan kemauan dan usaha yang kuat.

 

“Cintailah ketidaksempurnaan, karena sesempurna apapun tulisan ada, akan selalu ada yang tidak suka. Dan sejelek apapun tulisan anda, ada saja yang suka”

~Firman Akhsanu~



Sabtu, 03 September 2022

PIKIRAN TERBUKA KARENA GURU INFORMATIKA



RESUME 6 BM-27 PGRI


Menulis adalah hal yang mudah diucapkan tapi cukup sulit untuk dilakukan. Terutama bagi penulis pemula seperti saya. Menurut Ibu Rita Wati, S.Kom., penulis pemula seringkali menemukan kendala seperti 1) Susah ide, 2) Miskin kosa kata, 3) Sulit merangkai kata, 4) Menunda-nunda, 5) Bingung mau menulis apa, 6)Tidak Percaya Diri, 7) Bingung mau dimulai dari mana, dan 8) Merasa tulisannya jelek tidak layak dibaca. Dan ternyata kedelapan kendala tersebut saya mengalaminya.


Hal tersebut dipaparkan sebagai pengantar materi oleh Bu Rita sebagai narasumber dalam pertemuan ke-6 Kelas BM-27. Pertemuan ke-6 ini dipandu oleh moderator ceriwis yang katanya memiliki nama unik dan tidak pasaran yaitu Arofiah Afifi. Namun nama uniknya tersebut akrab disapa dengan sebutan Ovi saja, karena menurut beliau nama itu manis dan mudah diingat. Kelas pada malam ini menjadi terasa meriah dengan pantun-pantun pembuka dari Bu Ovi.

 

Tema yang dibahas pada pertemuan ke-6 ini adalah ”Rahasia Mudah Menulis dan Menerbitkan Buku untuk Berprestasi”. Narasumber Bu Rita atau yang akrab disapa Cikgu adalah alumni Kelas BM-10 PGRI. Beliau memiliki banyak pengalaman menulis dan prestasi di dalam dan luar negeri karena menulis. Menurut pengakuan beliau, prestasi tersebut beliau raih berkat mengikuti kelas BM-10 PGRI pada tahun 2020 silam. Keren ya Kelas BM. J 

Bu Rita saat ini aktif menjadi pengajar imformatika di SMPN 2 Mendoyo Jembrana-Bali. Keahlian beliau di Bidang informatikan mengantarkan beliau master bloger dan master youtuber. Karena kepiawaiannya dalam menulis dan mengelola blog, beliau juga sering diundang untuk menjadi moderator dan narasumber dalam kelas menulis ataupun bloger. Termasuk menjadi narasumber di Kelas BM sejak gelombang 16 sampai dengan 27 ini.




Bagaimanakah jika kendala yang disampaikan diawal tadi datang mendera? Cikgu menyampaikan jawaban dari kendala tersebut sebagai:

Rahasia Menulis dan Menerbitkan Buku dan Berprestasi


 

 1.   Menguasai diri sendiri

Hal tersebut dapat dilakukan dengan menetuan tujuan menulis, karena dengan mengetahui tujuan menulis maka hal tersebut akan dapat menjadi motivasi yang kuat untuk menghasilkan sebuah tulisan. Dan hal yang yang sangat dipelukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah ketekunan.


 

2.   Baca Buku-buku terbaik

Ketika seseorang banyak membaca, maka orang tersebut akan cepat menemukan ide dan kaya dengan kosa kata sehingga akan dengan mudah menuangkan ide tersebut ke dalam sebuah tulisan. Menurut Cikgu “membaca itu tidak mesti harus membaca buku akan tetapi bisa juga membaca suatu kejadian. Misalkan Bpk/ibu mengalami suatu peristiwa yang bahagia atau sedih kemudian dituangkan ke dalam tulisan maka Bpk/ibu sudah berlatih menjadi seorang penulis”.

 

3.   Tulis Semua Ide

Tuangkanlah ide yang muncul ke dalam bentuk tulisan. Tulis saja semua ide tersebut terlebih dahulu tanpa mengedit atau memperhatikan PUEBI agar kata-kata yang ingin ditulis mengalir tanpa hambatan. Setelah tulisan rampung barulah mengedit tulisan dengan memperhatikan kaidah-kaidah penulisan yang benar.

 

4.   Tekun Berlatih Menulis

Ketekunan dalam menulis dapat dilatih dengan menantang diri untuk menulis setiap hari walaupun hanya 100 kata. Setelah itu tingkatkan menjadi 150 kata, lalu 3 paragraf (pentigraf) sampai akhirnya 1000 kata setiap harinya. Jika hal tersebut dilakukan secara terus menurus, maka tidak menutup kemungkinan dalam waktu sebulan saja kumpulan tulisan tersebut akan dapat diterbitkan menjadi sebuah buku solo. Salah satu media yang bisa digunakan untuk berlatih menulis adalah blog karena menurut Cikgu blog merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk mempublikasikan karya tulis tanpa takut ditolak.


 

5.   Buat Konsep/TOC

Setelah terbiasa menulis, maka agar tulisan dapat dijadikan sebuah buku dapat dilakukan dengan membuat peta konsep/TOC (Table of Cotent) atau yang kita kenal dengan Daftar Isi. Hal tersebut akan memudahkan untuk membuat tulisan (menyusun buku buku) menjadi sistematis sehingga tulisan yang dihasilkan akan mudah dipahami oleh pembacanya.

 

6.   Tindak Lanjut (Membukukan Tulisan)

Mulailah membukukan dengan cara bergabung menulis buku antologi. Menurut Cikgu hal tersebut dapat menumbuhkan rasa percaya diri untuk menjadi seorang penulis. 


Untuk menghasilkan tulisan yang baik dan berkualitas, tentunya ada kaidah-kaidah dasar yang harus dipenuhi. Berikut paparan Cikgu mengenai kaidah-kaidah dasar tersebut.

  1. Penggunaan huruf besar dan kecil yang tidak tepat. (bisa jadi karena buru-buru dalam menulis)
  2. Paragraf panjang-panjang. (usahakan paragraph tidak melebih dari 10 kalimat dalam 1 paragraf. Terlebih kalau di blog usahakan
  3. Penggunaan tanda baca seperti (titik, koma, titik dua, setrip-tanda petik dsb).
  4. Kata baku. (bisa install KBBI V)
  5. Penggunaan kata yang tidak efektif.
  6. Penggunaan istilah asing yang sering keliru
  7. Penggunaan kata depan di yang sering keliru dipisah atau disambung

 
Lalu apa hubungannya menulis dan berprestasi?. Tentu saja sangat erat hubungannya, karena jika sudah punya tulisan maka tulisan tersebut dapat diikutsertakan di lomba-lomba menulis. Kalah tidak usah dijadikan masalah, justru harus dijadikan sebagai pemupuk semangat untuk menghasilkan tulisan yang lebih bagus lagi dari sebelumnya. Selain itu untuk, beberapa kompetisi diluar bidang menulis justru mempersyaratkan tulisan berupa esai sebagai jawaban dalam formulir pendaftarannya. Seperti yang pernah dialami oleh Cikgu ketiga mendaftar dalam event ALCoB ICT Virtual Training bersama 5 negara juga dalam mengikuti lomba Guru Inspiratif Kemendikbudristek tahun 2021. Jadi, jika tulisan yang kita tampilkan dalam setiap event bagus, maka insyaAllah prestasi akun mengikutinya.

Selain prestasi, ada banyak manfaat lain yang akan didapatkan ketika seseorang tekun menulis.
 


Cikgu menuliskan dalam slide presentasinya, menurut para ahli manfaat menulis adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan kecerdasan
  • Mengembangkan daya inisiatif dan kreatifitas
  • Menumbuhkan keberanian
  • Mendorong kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi

 


Selain itu, dari segi kesehatan, menulis juga memiliki beberapa manfaat yaitu:

  • Meredakan stress
  • Memecahkan masalah dengan lebih baik
  • Menuangkan perasaan sesuai keinginan
  • Memperbaiki suasana hati
  • Meningkatkan daya ingat

 

Ternyata menulis banyak untungnya ya... Jadi yuk kita sama-sama terus mengasah kemampuan menulis kita, agar suatu saat nanti kita dapat mengukir prestasi karena tulisan yang kita buat.

MENULIS PUISI YUUUK...

RESUME 18 KELAS BM-2 Pertemuan ke-18 Kelas BM-27 kembali dipandu oleh Bapak  Dail Ma'ruf  sebagai moderator. Kali ini tema yang diangkat...