Resume 3 BM-27 PGRI
Resume merupakan salah satu
jenis tulisan yang mungkin menurut sebagian orang adalah mudah untuk
menulisnya. Namun ternyata tidak demikian, hal tersebut dipaparkan secara apik
dengan untaian kata cantik oleh seorang narasumber yang memiliki nama pena menarik
dalam pertemuan ketiga Kelas Belajar Menulis PGRI Gelombang 27 (BM 27) Jum’at,
26 Agustus 2022.
Pertemuan ketiga ini dipandu dengan penuh semangat oleh Ibu Mutmainnah yang akrab dengan sapaan Bu Emut selaku moderator. Beliau adalah seorang dengan julukan F1 pada BM-24 karena selalu menjadi yang pertama menyelesaikan resume di setiap pertemuan. Sedangkan Narasumbernya adalah sosok guru muda nan cantik dengan segudang prestasi dalam dunia menulis. Beliau juga seorang bloger, motivator dan novelis. Beliau adalah Ibu Maesarah, M.Pd. yang akrab disapa Bu Mae dan terkenal dengan nama pena Maydearly. Beliau mendapatkan predikat The Queen of Diction karena kepiawaiannya dalam merangkai kata-kata indah yang syarat makna.
Awalnya setelah Bu Mae memaparkan materinya, nyali
saya menciut mengingat resume yang sudah saya tulis untuk dua pertemuan
sebelumnya sangat jauh dari kriteria resume yang disampaikan oleh beliau. Saya
justru menjadi bingung untuk mulai menulis dari mana?. Namun setelah membaca
ulang materi beliau, kalimat pembuka yang beliau sampaikan di awal menggugah
kembali semangat saya dan menguatkan saya untuk kembali menulis.
“Sejatinya setiap peserta dikelas ini adalah mutiara dengan busur pena yang siap merangkai notasi nada, mengukir frasa ilmu lewat tinta yang berdenyut di ujung pena maya agar menjadi sebuah karya. Manakala sudah tiada, pena itu menjadi jembatan kenangan yang tetap hangat sepanjang zaman.”
Pertemuan ke-3 ini bertajuk “How To Write a Good Resume”. Bu Mae menulis bahwa menurut KBBI, Resume adalah ikhtisar atau ringkasan. Lebih jelasnya di laman katadata.co.id dituliskan bahwa resume dapat dibuat dengan mencomot bagian penting dari satu tulisan panjang untuk menyampaikan inti atau pok informasi dari tulisan panjang tersebut. Intinya sebuah resume dibuat dengan tujuan menyampaikan ringkasan/instisari secara singkat, jelas dan lugas sehingga akan mudah dicerna oleh pembacanya.
Lebih lanjut Bu Mae menjelaskan bahwa resume yang baik adalah resume yang berasal dari buah pemikiran penulis sendiri, dilandaskan kajian materi dari narasumber. Jadi kemampuan seorang penulis dalam menerjemahkan suatu materi dengan pemikiran dan bahasanya sendiri sangat diperlukan dalam menulis suatu resume.
Lantas bagaimanakah cara
membuat resume yang baik?
1. Mengamati, (memperhatikan dengan seksama apa yang
disampaikan narasumber dan mencatat poin-poin penting yang ada di dalamnya).
2. Modifikasi, (menuliskan kembali poin-poin penting
yang disampaikan narasumber dalam kalimat sederhana yang mudah dipahami dan
tentunya dengan memperhatikan EYD).
3. Menghindari
Copy Paste, (tidak
menyalin secara utuh apa yang disampaikan oleh narasumber)
4. Memparafrase
Bahasa narasumber, (menulis
ulang apa yang disampaikan narasumber berdasarkan pemikiran dan Bahasa sendiri)
5. Memberi
kesimpulan, (menyimpulkan
apa yang telah dijabarkan pada resume)
6. Menulis
with own version, (menulis
resume dengan gaya bahasa sendiri yang akan menunjukkan ke-khasan dari
penulisnya)
Jika keenam langkah di atas masih sulit dilakukan, Bu Mae memberikan opsi membuat resume dengan teknik ADIKSIMBA yang merupakan singkatan dari 1) Apa materi yang di bahas?, 2) Dimana sumber referensinya?, 3) Kemana arah materi yang disampaikan?, 4) Siapa yang menjadi rujukan materi?, 5) Mengapa materi ini begitu penting?, 6) Bagaima feedback dari materi ini?.
Agar resume yang dibuat
benar-benar menunjukkan karakter penulis, Bu Mae memberikan pada dua poin
penting yang harus diperhatikan saat menulis sebuah resume yaitu:
1. Tulis
resume dalam paragraf-paragraf pendek sehingga pembaca mudah memahami intinya
dan tidak bosan membacanya.
2. Tulis ulang hal yang disampaikan narasumber dengan gaya bahasa khas penulisi (teknik parafrase) dan padukan dengan juga dengan pandangan pribadi penulis tentang hal tersebut.
Namun jika teknik paraphrase dirasakan sulit, maka menambahkan kutipan dan penegasan penyebutan sangat diharuskan.
Contoh 1:
Dalam paparan nya, Bapak Wijaya Kusuma menyebutkan bahwa
kompasiana sangat bagus untuk meningkatkan kualitas tulisan kita.
Contoh 2:
"Kompasiana sangat baik untuk menunjang
tulisan kita" ujar Bapak Wijaya Kusumah dalam menjelaskan materi tentang
kompasiana.



Bagus resumenya Bu. Sudah sesuai yang diharapkan
BalasHapusTerimakasih pak Brian... mohon terus dibimbing ya...
HapusBagus pemilihan katanya
BalasHapusTerimakasih ibu... masih harus banyak belajar
HapusMaaf.. maaf...
BalasHapusBaru bisa masuk lagi ..
Siipp..
Sesuai yang diharapkan..
makasih mba,,,
Hapus