Resume 2 BM-27 PGRI
Selepas salat magrib ku rebahkan tubuh letihku di tempat tidur. Hari ini Rabu, 24 Agustus 2022 kegiatanku padat sekali Pukul 07.00 Wita aku sudah berada di sekolah untuk menyiapkan pelaksanaan gladi bersih ANBK di mana Aku ditugaskan menjadi proktor-nya. Pukul 09.00 Wita aku bertolak ke Kantor Bahasa NTB untuk mengikuti pelatihan literasi hingga selesai pukul 16.30 Wita dan sepulang dari kantor bahasa aku langsung menuju Islamic Center untuk menunaikan tugasku mengajar ngaji hingga tepat adzan maghrib aku sampai di rumah.
Sembari menunggu sholat Isya aku membuka grup WA Belajar Menulis PGRI Gelombang 27, ternyata malam ini adalah pertemuan kedua. Letih ku seketika menguap, terganti dengan semangat yg membuncah dan rasa tidak sabar untuk menimba ilmu baru tentang menulis. Begitu Adzan Isya berkumandang, aku segera menunaikan sholat isya. Selepas sholat aku berdo'a agar aku diberikan kemudahan untuk menyerap ilmu yang sebentar lagi akan dibagikan secara paripurna. Setelahsholat dan do'aku usai, aku mempersiapkan diri dengan alat tempurku, laptop, HP, sebotol air serta sekotak kudapan yang kudapat sepulang pelatihan tadi sore.
Kelas pun dimulai, pertemuan kedua ini dipandu oleh Bapak Dail Ma'ruf selaku moderator dengan Ibu Dra. Sri Sugiastuti. M.Pd., sebagai narasumbernya. Narasumber kali ini lebih di kenal dengan sapaan Bu Kanjeng dan beliau dijuluki sebagai Ratu Antologi. Topik yang diangkat malam ini adalah "Menjadikan Menulis Sebagai Passion". Pada awal materi Bu Kanjeng memaparkan tentang semangat menulis yang harus kita sambungkan dengan mindset kita. Mindset kita dalam menulis sangat penting untuk dapat menjadikan passion kita. Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa passion adalah suatu gairah yang ada di pikiran kita. Jadi ketika dalam pikiran kita memiliki gairah menulis, maka menulis akan menjadi kebutuhan yang kita butuhkan setiap saat, sehingga bila belum menulis maka akan terasa ada yang kurang. Beliau juga memaparkan kalimat penyemangat yang mengatakan bahwa bahwa menurut
beberapa ahli menulis itu satu pekerjaan atau profesi yang mulia. Jadi jangan pernah
takut menulis, apalagi punya prasangka negatif bahwa menulis itu adalah BAKAT.
Ini salah besar. Karena
yang sesungguhnya menulis itu adalah keterampilan tertinggi setelah berbicara, mendengar dan membaca. Sementara setiap orang yang
lahir ke dunia adalah pemenang. Mereka
memiliki potensi dari Allah yang siap
dikembangkan. Jangan pernah mengkerdilkan diri sendiri.
Pemaparan awal dan kalimat semangat dari bunda kanjeng semakin membuatku penasaran, bagaimana sih kiat-kiat yang harus dilakukan agar bisa menjadikan menulis sebbagai passion?. Tanyakupun terjawab ketika Bu Kanjeng menyampaikan materi yang dikemas dalam slide presentasi yang sangat apik. Slide pertama berisi tentang hambatan yang sering ditemui dalam menulis yaitu 1) Merasa Tidak Berbakat, 2) Tidak Memiliki Waktu, 3) Tidak memiliki ide, 4) Tidak mau dikritik dan 5) tidak suka menulis. Kelima kendala tersebut menurut beliau dapat diusir dengan cara ubah
dulu mindset, siapkan
waktu untuk menulis, jangan baper atau minder dan perbanyak membaca. serta bangun komunitas
Literasi. Pada slide selanjutnya Bu Kanjeng memberikan tips "Mulailah dengan kata mengapa?", tetapi lebih lanjut beliau mengungkapkan tidak harus dengan kata "mengapa", karena kita juga dapat memulai tulisan dengan suatu pernyataan, kata bijak, dialog atau apa saja yang penting kalimat pembuka tersebut dapat menggiring pembaca agar tidak lari atau putus di tengah jalan.
Selanjutnya terdapat slide yang memaparkan tentang langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk menjadi penulis yang baik yaitu:
- Read (untuk menjadi penulis yang baik, maka harus banyak membaca)
- Disscuss (penting karena bisa memunculkan ide dan gagasan dan akan lebih baik jika memiliki mentor)
- Look & Feel (bisa secara langsung maupun dengan melihat atau membaca di media)
- Socialize (berapa banya pengetahuan, pengalaman dan kisahorang lain yang dapat diserap).
Setelah mengetahui langkah-langkah untuk menjadi penulis yang baik, maka kita harus mempersiapkan beberapa hal yang dapat menuntun kita untuk lebih mudah membuat suatu tulisan. Hal-hal tersebut adalah 1) Menggali dan menemukan gagasan atau ide, 2) Menentukan tujuan, genre dan segmen pembaca, 3)Menentukan topik, 4) Membuat ouline dan yang terakhir adalah 5) Menentukan bahan materi atau buku.
Dibagian akhir slide, beliau menyelipkan pesan yang dapat dijadikan petuah untuk memotivasi diri (terutama dirisaya) ssebagai penulis pemula. Beliau menulis bahwa menulis itu harus sabar dan penulis pemula sebaiknya lebih fokus pada ketekunan (persistensi) dalam proses menulis. Dan sebagai pamungkas beliau menuliskan dua kalimat sederhana yang sangat mengispirasi saya untuk terus berkarya dalam membuat tulisan.
Tulislah Semampu Kita Terlebih Dahulu
Jangan Berpikir Harus Sempurna, dan Jangan Idealis
Manis resumenya...
BalasHapusTerimakasih ibu...Mohon dibimbing terus ya,,,
HapusMasya Allah judulnya keren bu
BalasHapusTerima Kasih
HapusBagus blognya dan lengkap resumenya...
BalasHapusBisa sisipkan gambar dari slide bbrp
Terima Kasih pak... insyaAllah di resume selanjutnya akan disisipkan gambar.
HapusAamiin yaA Allah... terima kasih
BalasHapus