RESUME 5 BM-27
Jejak hujan dan udara dingin malam ini menemaniku menunggu Kelas BM-27 PGRI dimulai. Tanpa terasa malam ini sudah memasuki pertemuan ke-5. Tema yang diangkat malam ini adalah “MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH”. Sepintas tema ini terdengar agak serius dibandingkan dengan tema-tema pada pertemuan sebelumnya. Bismillah… kurapalkan doa dalam hati berharap agar Allah Al-‘alim memberikan kemudahan kepadaku untuk mencerna ilmu yang akan dibagikan oleh narasumber malam ini.
Pada pertemuan ke-5 ini kelas kembali dipimpin oleh Bu Emut sebagai moderator. Seperti
biasa Bu Emut selalu menyelipkan kalimat yang membuat semangat belajar
berkobar. “Menulislah dengan tulisan jelek, karena
tulisan yang bagus hanya bonus dari kebiasaan".
Kelaspun menjadi terasa lebih hidup karenanya.
Kali ini Bu Emut menemani seorang narasumber yang usianya masih
sangat muda tetapi memiliki segudang prestasi di dunia menulis. Beliau adalah
Ibu Noralia
Purwa Yunita, M.Pd. Beliau adalah
alumni Kelas BM-8 dan saat ini aktif sebagai pengajar di SMPN 8 Semarang.
Selain aktif menulis buku solo dan artikel di jurnal ilmiah, beliau juga aktif
di beberapa komunitas dan sering diundang untuk menjadi narasumber di berbagai
kelas menulis.
Kelaspun dimulai dengan dibukanya diskusi di grup. Ibu
Nora menanyakan tentang karya ilmiah
apakah yang pernah ditulis oleh peserta ?. Skripsi, tesis, PTK adalah
jawaban sebagian besar dari peserta dan beliau membenarkan jawaban tersebut.
Menurut KBBI, karya
ilmiah merupakan karya tulis yang dibuat dengan prinsip-prinsip ilmiah
berdasarkan data dan fakta (observasi, eksperimen, dan kajian pustaka). Karya
ilmiah merupakan jenis tulisan yang menuangkan hasil pemikiran, ide dan gagasan
yang utuh dan lengkap. Dan yang tak kalah penting, sebuah karya ilmiah haruslah
ditulis berdasarkan hasil riset yang dilakukan serta haruslah dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah bisa sebuah karya ilmiah dijadikan sebuah buku ilmiah ?. Paparan
materi dari Bu Nora menjawab pertanyaan tersebut dengan sangat rinci dan jelas.
Beliau menyampaikan bahwa usaha yang dilakukan untuk menghasilkan sebuah karya
ilmiah sering tidak sesuai dengan apresiasi yang didapatkan. Karya ilmiah
biasanya hanya akan terpajang di Perpustakaan kampus atau sekolah dimana minim
sekali orang yang tertarik membacanya.
Untuk menjadikan karya ilmiah tersebut lebih menarik
dan ringan untuk dibaca, maka Bu Nora menyampaikan solusinya adalah dengan
mengubah karya ilmiah tersebut menjadi sebuah buku. Lebih lanjut Bu Nora
menyampaikan bahwa akan ada banyak manfaat yang didapatkan ketika karya ilmiah
diubah menjadi sebuah buku, yaitu:
1. Dapat dibaca oleh
masyarakat awam
2. Buku dapat
diperjualbelikan, jadi ada keuntungan material yang dapat kita peroleh
3. Bagi para ASN, buku dapat
dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit.
Jadi selain mendapatkan poin AK dari laporan PTK, juga akan mendapatkan poin
dari publikasi ilmiah berupa buku tadi. Sekali dayung 2 pulau terlampaui.
4. Jika buku hasil konversi karya ilmiah milik kita banyak
yang baca, banyak yang beli, ada kemungkinan nama kita sebagai penulis
akan dikenal oleh banyak orang, ini juga merupakan keuntungan
tersendiri
5. Ilmu yang ada dapat
tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi buku
Lantas bagaimanakah langkah yang harus dilakukan agar
sebuah karya ilmiah menjadi sebuah buku?. Inilah jawaban Bu Nora untuk
pertanyaan tersebut.
1. Ubah Judul
Dilakukan dengan berfokus
pada objek penelitian saja dan menambahkan kata Kiat, Jurus, Strategi atau Cara
Sukses di depannya)
Judul Tesis: Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA.
Ketika
diubah menjadi judul buku menjadi Kiat
Menulis Modul Berbasis Riset
2. Ubah Daftar Isi
Daftar isi mengikuti pedoman
2W+1H. Misal: Bab 1 (Why) mengulas mengapa modul berbasi riset penting?, Bab 2
(What) mengulas secara jelas apakah modul berbasis riset?, Bab
3,4,5, dan seterusnya (How) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana
hasil pembuatan, bagaimana penerapannya. Atau bisa juga dengan mengembangkan
materi (sub bab) pada Bab 2 (landasan Teori) menjadi bagian-bagian bab sebuah
buku.
3. Ubah sedikit isi karya ilmiah
Dengan lebih memperluas materi
dan isi bacaan berdasarkan kata kunci judul buku dari sumber yang relevan.
4. Mengubah Bahasa,
penyajian, susunan serta gaya tulisan sesuai dengan kreatifitas penulis.
5. Daftar pustaka boleh
menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah,
e-book, atau karya ilmiah lainnya.
6. Karya ilmiah versi buku
minimal 70 halaman format A5 dengan huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan
aturan penerbit
Agar mendapatkan manfaat yang sama seperti manfaat ketiga di atas,
selain menjadi buku, karya ilmiah juga dapat diubah menjadi artikel ilmiah yang
dapat dimuat di jurnal ilmiah bereputasi. Sama halnya dengan buku, Bu Nora juga
menjelaskan bahwa artikel ilmiah juga harus ditulis dengan mengikuti
langkah-langkah sebagai berikut:
1. Abstrak
Berisi latar belakang singkat, tujuan penelitian,
metode penelitian, hasil penelitian, simpulan. Tidak boleh ada sitasi dalam
abstrak
2. Pendahuluan
Berisi
latar belakang masalah, tinjauan Pustaka secara singkat, tujuan penelitian
3. Metode penelitian
Berisi sampel penelitian, prosedur penelitian (dalam
bagan saja), analisis penelitian
4. Hasil dan pembahasan
Berisi hasil penelitian berupa grafik, tabel atau
diagram serta pembahasan mengapa mendapatkan hasil demikian yang dikaitkan
dengan teori yang ada
5. Simpulan
Menjawab tujuan penelitian
6. Daftar Pustaka diusahakan
yang terbaru dan dari jurnal lain yang bereputasi juga.
Pemaparan materi dari Bu Nora malam mini sangat luar biasa. Pengorbanan yang besar saat membuat suatu karya ilmiah akan terbayar dengan angka kredit yang akan didapatkan jika karya ilmiah tersebut di ubah menjadi sebuah buku ilmiah dan artikel ilmiah. Namun Bu Nora menegaskan bahwa “membuat buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja”, karena itu akan menjadi self plagiarism.

Kren resumenya. Semangat
BalasHapusTerimakasih pak.. insyaAllah akan terus semangat
HapusSemangat terus...
BalasHapussemangaaat
HapusBagus
BalasHapusTerimakasih
HapusSiip..keren
BalasHapusTerima kasih
Hapussemangat terus
BalasHapusTerima kasih
Hapus