Minggu, 28 Agustus 2022

UNTAIAN KATA INDAH MAYDEARLY

 Resume 3 BM-27 PGRI


Resume merupakan salah satu jenis tulisan yang mungkin menurut sebagian orang adalah mudah untuk menulisnya. Namun ternyata tidak demikian, hal tersebut dipaparkan secara apik dengan untaian kata cantik oleh seorang narasumber yang memiliki nama pena menarik dalam pertemuan ketiga Kelas Belajar Menulis PGRI Gelombang 27 (BM 27) Jum’at, 26 Agustus 2022.

Pertemuan ketiga ini dipandu dengan penuh semangat oleh Ibu Mutmainnah yang akrab dengan sapaan Bu Emut selaku moderator. Beliau adalah seorang dengan julukan F1 pada BM-24 karena selalu menjadi yang pertama menyelesaikan resume di setiap pertemuan. Sedangkan Narasumbernya adalah sosok guru muda nan cantik dengan segudang prestasi dalam dunia menulis. Beliau juga seorang bloger, motivator dan novelis. Beliau adalah Ibu Maesarah, M.Pd. yang akrab disapa Bu Mae dan terkenal dengan nama pena Maydearly.  Beliau mendapatkan predikat The Queen of Diction karena kepiawaiannya dalam merangkai kata-kata indah yang syarat makna.

Awalnya setelah Bu Mae memaparkan materinya, nyali saya menciut mengingat resume yang sudah saya tulis untuk dua pertemuan sebelumnya sangat jauh dari kriteria resume yang disampaikan oleh beliau. Saya justru menjadi bingung untuk mulai menulis dari mana?. Namun setelah membaca ulang materi beliau, kalimat pembuka yang beliau sampaikan di awal menggugah kembali semangat saya dan menguatkan saya untuk kembali menulis.

 Sejatinya setiap peserta dikelas ini adalah mutiara dengan busur pena yang siap merangkai notasi nada, mengukir frasa ilmu lewat tinta yang berdenyut di ujung pena maya agar menjadi sebuah karya. Manakala sudah tiada, pena itu menjadi jembatan kenangan yang tetap hangat sepanjang zaman.

Pertemuan ke-3 ini bertajuk “How To Write a Good Resume”. Bu Mae menulis bahwa menurut KBBI, Resume adalah ikhtisar atau ringkasan. Lebih jelasnya di laman katadata.co.id dituliskan bahwa resume dapat dibuat dengan mencomot bagian penting dari satu tulisan panjang untuk menyampaikan inti atau pok informasi dari tulisan panjang tersebutIntinya sebuah resume dibuat dengan tujuan menyampaikan ringkasan/instisari secara singkat, jelas dan lugas sehingga akan mudah dicerna oleh pembacanya.

Lebih lanjut Bu Mae menjelaskan bahwa resume yang baik adalah resume yang berasal dari buah pemikiran penulis sendiri, dilandaskan kajian materi dari narasumber. Jadi kemampuan seorang penulis dalam menerjemahkan suatu materi dengan pemikiran dan bahasanya sendiri sangat diperlukan dalam menulis suatu resume.

Lantas bagaimanakah cara membuat resume yang baik?


Bu Mae menyampaikan, ada 6 langkah mudah dalam meresume yang baik yaitu:

1.  Mengamati, (memperhatikan dengan seksama apa yang disampaikan narasumber dan mencatat poin-poin penting yang ada di dalamnya).

2.  Modifikasi, (menuliskan kembali poin-poin penting yang disampaikan narasumber dalam kalimat sederhana yang mudah dipahami dan tentunya dengan memperhatikan EYD).

3.  Menghindari Copy Paste, (tidak menyalin secara utuh apa yang disampaikan oleh narasumber)

4.  Memparafrase Bahasa narasumber, (menulis ulang apa yang disampaikan narasumber berdasarkan pemikiran dan Bahasa sendiri)

5.  Memberi kesimpulan, (menyimpulkan apa yang telah dijabarkan pada resume)

6.  Menulis with own version, (menulis resume dengan gaya bahasa sendiri yang akan menunjukkan ke-khasan dari penulisnya)

Jika keenam langkah di atas masih sulit dilakukan, Bu Mae memberikan opsi membuat resume dengan teknik ADIKSIMBA yang merupakan singkatan dari 1) Apa materi yang di bahas?, 2) Dimana sumber referensinya?, 3) Kemana arah materi yang disampaikan?, 4) Siapa yang menjadi rujukan materi?, 5) Mengapa materi ini begitu penting?, 6) Bagaima feedback dari materi ini?.

 


Agar resume yang dibuat benar-benar menunjukkan karakter penulis, Bu Mae memberikan pada dua poin penting yang harus diperhatikan saat menulis sebuah resume yaitu:

1.  Tulis resume dalam paragraf-paragraf pendek sehingga pembaca mudah memahami intinya dan tidak bosan membacanya.

2.  Tulis ulang hal yang disampaikan narasumber dengan gaya bahasa khas penulisi (teknik parafrase) dan padukan dengan juga dengan pandangan pribadi penulis tentang hal tersebut. 

     

     Namun jika teknik paraphrase dirasakan sulit, maka menambahkan kutipan dan penegasan penyebutan sangat diharuskan.


Contoh 1:

Dalam paparan nya,  Bapak Wijaya Kusuma menyebutkan bahwa kompasiana sangat bagus untuk meningkatkan kualitas tulisan kita.


Contoh 2:

 "Kompasiana sangat baik untuk menunjang tulisan kita" ujar Bapak Wijaya Kusumah dalam menjelaskan materi tentang kompasiana.

 

Kemampuan menulis dengan bahasa yang khas berdasarkan sudut pandang sendiri harus terus dilatih karena itu merupakan harga mati jika ingin mengabadikan nama dalam sejarah melalui tulisan. Terimaksih narasumber cantik Maydearly, untaian kata-kata indahmu telah menggiringku ke dalam lautan semangat yang akan kujaga hingga tak akan penah menemukan tepi.

6 komentar:

MENULIS PUISI YUUUK...

RESUME 18 KELAS BM-2 Pertemuan ke-18 Kelas BM-27 kembali dipandu oleh Bapak  Dail Ma'ruf  sebagai moderator. Kali ini tema yang diangkat...