Senin, 05 September 2022

CINTAILAH KETIDAKSEMPURNAAN


 RESUME 6 KELAS BM-27 PGRI


Semenjak mengikuti Kelas BM-27 hari Senin, Rabu dan, Jum'at berubah menjadi hari spesial yang selalu ku nanti. Semangatku membuatku selalu penasaran, "nanti malam belajar apa ya?", pertanyaan itu selalu hadir di benak ku. Seperti hari ini Senin, 5 September 2022. Sejak siang aku senantiasa mengecek grup WA demi memenuhi rasa ingin tahu ku tentang materi apa yang akan dibahas nanti malam. Dan taraa.... tepat  pukul 15.07 Wita flyer yang ditunggu-tunggupun muncul juga di grup WA.




Rasa penasaranku semakin menjadi ketika beberapa tokoh Kelas BM PGRI seperti Om Jay, Bu Aam, Bu Emut dan Bu Ovi berkomentar di grup WA dan mengatakan bahwa materi ini sangat bagus. Demi menjawab rasa penasanku, aku lantas mencoba mencari tahu tentang writer’s block melalui Google. Menurut laman skillacademy.com Writer’s block adalah kondisi yang mana penulis mengalami kesulitan (sementara atau permanen) untuk menuliskan kata-kata atau menulis. Kondisi ini bisa terjadi kepada setiap penulis baik penulis baru atau penulis profesional. Dan siapapun yang bekerja di dunia kepenulisan bisa mengalaminya, misalnya: Jurnalis, Content Writer, penulis novel, sastrawan, Copywriter, dan Scriptwriter. Sederhananya, writer’s block adalah kondisi di mana seorang penulis yang biasanya terampil dan bisa menulis, lalu tiba-tiba merasa nggak bisa menulis. Hmmm… pasti bakalan seru nih bahasan materinya nanti.

Pukul 19.59 Wita Bu Raliyanti selaku moderator di pertemuan ke-6 ini izin mengunci grup WA agar kelas bisa dimulai. Bu Raliyanti akrab disapa Bu Rali. Beliau berasal dari Jakarta dan merupakan alumni Kelas BM-20. Beliau membuka kelas dan menyemangati peserta dengan kalimat :

“Mari kembali ke komitmen. Kuatkan tekad untuk menulis. Saling menyemangati satu sama lain untuk tetap terus istiqomah dalam menulis”.

 

Sedangkan yang menjadi narasumbernya adalah seorang guru muda, cantik dan berprestasi yang merupakan alumni Kelas BM-7. Beliau adalah Ibu Ditta Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr. Dari profil yang moderator sampaikan melalui link blognya, terlihat bahwa beliau sudah menghasilkan banyak karya yaitu 7 karya solo dan 13 karya bersama. Selain itu Guru yang mengampu Mata Pelajaran IPA di SMPN 1 Cipeundeuy Subang Jawabarat ini juga memiliki banyak prestasi, diantaranya mendapatkan penghargaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang sebagai guru berprestasi pada tahun 2021.

 


Writer’s Block sering disingkat WB. Sebagaimana penjelasan menurut skillacademy.com di awal tadi, WB dapat terjadi dan menyerang siapa saja baik itu penulis pemula maupun penulis professional. Lantas apakah yang menjadi tanda-tenda seseorang terkena WB?. Berikut adalah tanda-tanda WB yang disampaikan bu Ditta dalam paparan materinya:

  1.  Merasa tiba-tiba seolah semua ide lenyap?
  2.  Merasa tangan menjadi kaku hingga tak mampu menuliskan sepatah kata pun.
  3. Merasa betapa lambatnya pikiran kita dalam menemukan ide ide baru untuk menulis.
  4. Sulit fokus
  5.  Tidak ada inspirasi menulis
  6.  Menulis lebih lambat dari biasanya
  7.  Merasa stres dan frustasi untuk menulis
  8.  Cenderung menunda-nuda menyelesaikan tulisan.

 
Hal penting yang harus dilakukan ketika tiba-tiba WB menyerang adalah dengan secepatnya menyadari dan mencari solusi agar WB tidak menyerang berlarut-larut dalam jangka waktu yang lama. Menurut Bu Ditta, salah satu cara terbaik untuk mengatasai WB adalah mengenali penyebabnya. Beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya WB adalah:

1.   Mencoba Metode/Topik Baru

Hal ini bisa terjadi ketika seseorang ingin membuat tulisan yang berbeda dari tulisan yang biasa dibuatnya baik dari segi metode maupun topiknya. Sehingga akan mengalami kesulitan dan membutuhkan usaha yang keras untuk dapat menyesuaikan diri dengan tulisan baru yang akan di buatnya. Bu Ditta mencontohkan ketika seseorang terbiasa meulis Karya Ilmiah, maka ketika diminta untukmenulis puisi makaia akan menemukan kesulitan. Lebih lanjut BU Ditta menjelaskan untuk kasus pada contoh tersebut, maka solusinya adalah mempelajari teknik dan banyak berlatih menulis merupakan solusi terbaik untuk meminimalkan dampak WB.

 

2.   Stres

Stres banyak pemicunya. Khususnya untuk penulis stress dapat dipicu oleh:

  • Rasa takut tulisannya tidak diterima;
  • Mengkritik diri sendiri dn sering membandingkan tulisaanya dengan orang lain;
  • Tekanan dari luar dirinya, seperti tekanan yang datang dari pekerjaanya sebagai penulis ataupun dari pembaca tulisannya.
  • Jenuh pikiran dan hati.

Namun dari kajian psikologis dan kesehatan, menulis justru merupakan salah satu cara untuk mengatasi stress. Bu Ditta menjelaskan, hal tersebut dkenal dengan istilah "Menulis Ekspresif", dimana orang-orang dg kasus tertentu akan diminta untuk menulis ekspresif. Menuliskan pengalaman traumatisnya, serta 'perasaan' pada saat atau setelah mengalami hal tersebut.

 

3.   Perfeksionis

Dalam hal-hal tertentu perfeksionis itu kadang diperlukan. Namun dalam dunia menulis, sikap perfeksionis justru akan mematikan ide dan kreatifitas seorang penulis. Karena proses menulis akan banyak dibebani oleh keinginan atau kepentingan untuk menampilkan tulisan yang paling sempurna. Sehingga proses berkaryanya menjadi terhambat.


Jika WB sewatu-waktu datang menyerang, hal-hal berikut dapat dilakukan untuk menguranginya atau bahkan menghentikannya.

1.   Istirahat Sejenak

Dengan beristirahat, maka raga dan pikiran akan terbebas dari kepenatan dan akan segar kembali.

 

2.   Lakukan kegiatan lain

Lukan kegiatan lain yang tidak ada hubungannya dengan menulis seperti Olahraga, jalan-jalan, healing, main game, nonton TV atau sekedar membuka media sosial. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengalihkan sejenak pikiran dari tulisan yang mentok tadi.

 

3.   Ganti Suasana & Tempat Menulis

Kadang suasana dan tempat sangat mempengaruhi lancarnya aliran ide saat menulis. Menulis bisa dilakukan di café, taman atau bahkan balkon rumah sehingga dapat memicu inspirasi atau ide-ide baru lainnya.

 

4.   Mencoba Menulis Bebas

Dengan menulis bebas, penulis akan dapat menuangkan ide atau pikirannya tanpa mengedit dan memikirkan kaidah-kaidah menulis yang benar sehingga imajinasinya akan ‘bebas’. Coba lakukan hal tersebut 3-5 menit tanpa berhenti.

 

5.   Buat Target untuk diri sendiri

Dengan meiliki target, biasanya seorang penulis akan terpacu untuk menyelesaikan tulisannya walaupun dalam keterpaksaan. Jika ada target, aka penulis biasanya akan memaksaan diri untuk focus dan dapat menyelesaikan tulisannya dengan cepat.

 

6.   Utamakan Kemajuan Bukan Kesempurnaan

Menurut Bu Ditta tak sempurna itu manusiawi, jadi jangan terlalu fokus untuk mencapai kesempurnaan dalam menulis. Yang penting adalah teruslah berproses untuk menjadikan tulisan lebih baik dari sebelumnya, sehingga setiap hari akan ada kemajuan yang dicapai dalam berkarya.

 

Jika ditelisik secara seksama, dapat disimpulkan bahwa WB sebagian besar bersumber dari diri penulis sendiri. Artinya solusi WB harus berasal dari diri penulis sendiri tentunya dengan kemauan dan usaha yang kuat.

 

“Cintailah ketidaksempurnaan, karena sesempurna apapun tulisan ada, akan selalu ada yang tidak suka. Dan sejelek apapun tulisan anda, ada saja yang suka”

~Firman Akhsanu~



15 komentar:

  1. Ayo semangat dan sehat selalu dan sukses iya bu

    BalasHapus
  2. Resumenya bagus, rapih dan sumber ditulis dengan jelas. Semangat Bunda. Terima kasih sudah membuat resumenya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih ibu... mohon bimbingannya terus...

      Hapus
  3. mantap resumenya Bosku. SPJ singat padat jelas. moga bisa jadi buku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih pak... insyaAllah semoga bisa jadi buku, aamiin...

      Hapus
  4. Wah.. resume yang bagus, rapi dan jelas. Penyampaiannya runut dan yg oasti enak dibacanya... keren bun..

    BalasHapus
    Balasan
    1. masyaAllah...teriakasih bunda, masih tetep harus belanjar banyak :)

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  5. Semua komentar positif.. semoga menambah semangat menulis..

    BalasHapus

MENULIS PUISI YUUUK...

RESUME 18 KELAS BM-2 Pertemuan ke-18 Kelas BM-27 kembali dipandu oleh Bapak  Dail Ma'ruf  sebagai moderator. Kali ini tema yang diangkat...