RESUME 6 KELAS BM-27 PGRI
“Mari kembali ke komitmen. Kuatkan tekad untuk menulis.
Saling menyemangati satu sama lain untuk tetap terus istiqomah dalam menulis”.
Sedangkan
yang menjadi narasumbernya adalah seorang guru muda, cantik dan berprestasi yang
merupakan alumni Kelas BM-7. Beliau adalah Ibu Ditta Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr.
Dari profil yang moderator sampaikan melalui link blognya, terlihat bahwa
beliau sudah menghasilkan banyak karya yaitu 7 karya solo dan 13 karya bersama.
Selain itu Guru yang mengampu Mata Pelajaran IPA di SMPN 1 Cipeundeuy Subang
Jawabarat ini juga memiliki banyak prestasi, diantaranya mendapatkan penghargaan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang sebagai guru berprestasi pada tahun 2021.
Writer’s Block sering disingkat WB. Sebagaimana penjelasan menurut skillacademy.com di awal tadi, WB dapat terjadi dan menyerang siapa saja baik itu penulis pemula maupun penulis professional. Lantas apakah yang menjadi tanda-tenda seseorang terkena WB?. Berikut adalah tanda-tanda WB yang disampaikan bu Ditta dalam paparan materinya:
- Merasa tiba-tiba seolah semua ide lenyap?
- Merasa tangan menjadi kaku hingga tak mampu menuliskan sepatah kata pun.
- Merasa betapa lambatnya pikiran kita dalam menemukan ide ide baru untuk menulis.
- Sulit fokus
- Tidak ada inspirasi menulis
- Menulis lebih lambat dari biasanya
- Merasa stres dan frustasi untuk menulis
- Cenderung menunda-nuda menyelesaikan tulisan.
1. Mencoba
Metode/Topik Baru
Hal ini bisa
terjadi ketika seseorang ingin membuat tulisan yang berbeda dari tulisan yang
biasa dibuatnya baik dari segi metode maupun topiknya. Sehingga akan mengalami
kesulitan dan membutuhkan usaha yang keras untuk dapat menyesuaikan diri dengan
tulisan baru yang akan di buatnya. Bu Ditta mencontohkan ketika seseorang terbiasa meulis Karya Ilmiah, maka ketika diminta
untukmenulis puisi makaia akan menemukan kesulitan. Lebih lanjut BU Ditta
menjelaskan untuk kasus pada contoh tersebut, maka solusinya adalah mempelajari teknik dan banyak berlatih
menulis merupakan solusi terbaik untuk meminimalkan dampak WB.
2. Stres
Stres
banyak pemicunya. Khususnya untuk penulis stress dapat dipicu oleh:
- Rasa takut tulisannya tidak diterima;
- Mengkritik diri sendiri dn sering membandingkan tulisaanya dengan orang lain;
- Tekanan dari luar dirinya, seperti tekanan yang datang dari pekerjaanya sebagai penulis ataupun dari pembaca tulisannya.
- Jenuh pikiran dan hati.
Namun dari
kajian psikologis dan kesehatan, menulis justru merupakan salah satu cara untuk
mengatasi stress. Bu Ditta menjelaskan, hal tersebut dkenal dengan istilah "Menulis Ekspresif", dimana orang-orang dg kasus tertentu akan
diminta untuk menulis ekspresif. Menuliskan pengalaman traumatisnya, serta
'perasaan' pada saat atau setelah mengalami hal tersebut.
3. Perfeksionis
Dalam hal-hal
tertentu perfeksionis itu kadang diperlukan. Namun dalam dunia menulis, sikap
perfeksionis justru akan mematikan ide dan kreatifitas seorang penulis. Karena proses
menulis akan banyak dibebani oleh keinginan atau kepentingan untuk menampilkan
tulisan yang paling sempurna. Sehingga proses berkaryanya menjadi terhambat.
1. Istirahat Sejenak
Dengan
beristirahat, maka raga dan pikiran akan terbebas dari kepenatan dan akan segar
kembali.
2. Lakukan kegiatan
lain
Lukan kegiatan
lain yang tidak ada hubungannya dengan menulis seperti Olahraga, jalan-jalan,
healing, main game, nonton TV atau sekedar membuka media sosial. Hal tersebut
dimaksudkan untuk mengalihkan sejenak pikiran dari tulisan yang mentok tadi.
3. Ganti Suasana
& Tempat Menulis
Kadang suasana
dan tempat sangat mempengaruhi lancarnya aliran ide saat menulis. Menulis bisa
dilakukan di café, taman atau bahkan balkon rumah sehingga dapat memicu
inspirasi atau ide-ide baru lainnya.
4. Mencoba Menulis
Bebas
Dengan menulis
bebas, penulis akan dapat menuangkan ide atau pikirannya tanpa mengedit dan
memikirkan kaidah-kaidah menulis yang benar sehingga imajinasinya akan ‘bebas’.
Coba lakukan hal tersebut 3-5 menit tanpa berhenti.
5. Buat Target untuk
diri sendiri
Dengan meiliki
target, biasanya seorang penulis akan terpacu untuk menyelesaikan tulisannya walaupun
dalam keterpaksaan. Jika ada target, aka penulis biasanya akan memaksaan diri
untuk focus dan dapat menyelesaikan tulisannya dengan cepat.
6. Utamakan
Kemajuan Bukan Kesempurnaan
Menurut Bu Ditta
tak sempurna itu manusiawi, jadi jangan terlalu fokus untuk mencapai
kesempurnaan dalam menulis. Yang penting adalah teruslah berproses untuk
menjadikan tulisan lebih baik dari sebelumnya, sehingga setiap hari akan ada
kemajuan yang dicapai dalam berkarya.
Jika ditelisik
secara seksama, dapat disimpulkan bahwa WB sebagian besar bersumber dari diri
penulis sendiri. Artinya solusi WB harus berasal dari diri penulis sendiri
tentunya dengan kemauan dan usaha yang kuat.
“Cintailah ketidaksempurnaan, karena
sesempurna apapun tulisan ada, akan selalu ada yang tidak suka. Dan sejelek
apapun tulisan anda, ada saja yang suka”


Ayo semangat dan sehat selalu dan sukses iya bu
BalasHapussiaap semangat...
HapusSemangat
BalasHapustetap semangat bu :)
HapusResumenya bagus, rapih dan sumber ditulis dengan jelas. Semangat Bunda. Terima kasih sudah membuat resumenya.
BalasHapusTerimakasih ibu... mohon bimbingannya terus...
Hapusmantap resumenya Bosku. SPJ singat padat jelas. moga bisa jadi buku.
BalasHapusTerimakasih pak... insyaAllah semoga bisa jadi buku, aamiin...
HapusWah.. resume yang bagus, rapi dan jelas. Penyampaiannya runut dan yg oasti enak dibacanya... keren bun..
BalasHapusmasyaAllah...teriakasih bunda, masih tetep harus belanjar banyak :)
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusResumenya baguus Bu
BalasHapusTerima kasih Bu Ovi...
HapusSemua komentar positif.. semoga menambah semangat menulis..
BalasHapustulisannya enak dibaca
BalasHapus